Danrem 121/ABW Kunjungi Lokasi Banjir Melawi dan Salurkan Bantuan Sembako

oleh
Danrem dan rombongan meninjau titik banjir di Desa Baru

MELAWINEWS.COM, Melawi – Aksi kepedulian terhadap korban banjir Melawi digelar KOREM 121/ABW, Rabu (15/7). Mulai dari peninjuan lokasi banjir di Nanga Pinoh hingga penyaluran paket sembako serta pengobatan gratis.

Pelaksanaan Baksos tersebut dihadiri langsung Danrem 121/ABW, Brigjen TNI Ronny didampingi ketua Persit KCK Koorcabrem 121 PD XII/Tpr Ny. Rissa Ronny, Kasrem 121/Abw, Kolonel Kav Aloysius Nugroho Santoso, para PJU serta Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan.

Dalam baksos tersebut Brigjen Ronny menyerahkan bantuan berupa sembako pada masyarakat Desa Baru yang terdampak banjir. Selain penyaluran sembako, KOREM 121/ABW juga menggelar pengobatan gratis.

“Ini adalah kepedulian TNI terhadap korban banjir di Melawi. Kita bagikan sembako sekaligus kita melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir di pinggiran sungai,” katanya usai peninjauan lokasi banjir di Nanga Pinoh.

Dikatakan Danrem 121/ABW, pihaknya juga menggelar pengobatan gratis yang bisa dimanfaatkan warga yang sakit. Sejumlah aksi sosial ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang telah terendam banjir dalam beberapa hari terakhir.

Brigjen TNI Ronny, juga memerintahkan jajarannya untuk tetap menjalankan protap dalam penanggulangan bencana termasuk banjir maupun tanah longsor. Anggota TNI diminta memantau kondisi wilayahnya termasuk melakukan mitigasi bencana, pembuatan posko serta langkah kedepan pasca bencana tersebut terjadi.

“Tentunya ini tidak hanya dilakukan TNI, tapi juga Polri serta instansi terkait penanganan bencana dalam menjalankan protap bencana,” katanya.

Terpisah, Pj Kades Baru, Dini Marini memberikan apresiasi atas perhatian jajaran Korem 121/ABW terhadap masyarakatnya yang memang menjadi korban banjir. Bantuan ini tentunya sangatlah dibutuhkan masyarakat yang selama beberapa hari harus bertahap di rumah masing-masing untuk menjaga harta bendanya.

“Ada tujuh dusun di Desa Baru, seluruhnya terdampak banjir. Bahkan ada satu rumah yang hanyut,” katanya.