Pejabat Pemkab dan Anggota DPRD Melawi Bakal di Rapid Test

oleh
Rapat kerja Pansus Covid-19 DPRD Melawi dengan instansi teknis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Melawi di ruang paripurna DPRD Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Para pejabat eselon II dan III di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi bakal di rapid test pemeriksaan virus corona (Covid-19).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Melawi, Linda Purnama, mengatakan, pemeriksaan rapid test terhadap pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Melawi untuk memastikan terbebas dari virus corona, seiring ditetapkannya ada warga Kabupaten Melawi terinfeksi positif Covid-19 sebanyak 7 orang, diantaranya keluarga Bupati Melawi.

Hal itu dikatakan Linda Purnama di saat rapat kerja Tim Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Melawi dengan instansi teknis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Melawi di ruang paripurna DPRD Melawi, Selasa (2/6).

Linda berharap, pemeriksaan rapid test tersebut tidak hanya dilakukan kepada eselon, namun juga kepada ASN lainya hingga tingkat kecamatan dan desa melalui Puskesmas, termasuk kepada seluruh anggota DPRD Melawi.

Menurutnya, hal itu dilakukan merupakan upaya untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Melawi. Rapid test itu sendiri, kata Linda merupakan salah satu langkah deteksi awal.

Ditempat yang sama, Sekretaris Pansus Covid-19 DPRD Melawi, Iif Usfayadi, mendukung langkah Gugus Tugas Covid-19 melakukan rapid test kepada pejabat maupun ASN lainnya di lingkup Pemkab Melawi.

Menurutnya, itu dilakukan dalam rangka pencegahan dan penyebaran Covid-19 di wilayah Melawi, agar tidak semakin meluas.

Namun, lanjut Iif, ia menilai khusus bagi anggota DPRD Melawi lebih mendukung tes PCR atau swab test untuk mengecek virus corona dibandingkan rapid test. Karena PCR dianggap lebih akurat.

“Saya berpendapat, pemeriksaan rapid test bisa berpotensi keliru soal reaktif dan non reaktif, makanya kita dorong ke tes PCR langsung,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra itu.

Dia menjelaskan, bahwa PCR dan rapid test sangat memiliki perbedaan menonjol. Dalam pemeriksaan rapid test, menurutnya, sampel darah seseorang diambil untuk mengukur anti bodinya saja, bukan untuk mendeteksi virus Covid-19.

“Kita maunya langsung uji swab tenggorokan saja biar kebih akurat hasilnya, kalau rapid test hanya menguji sampel darah,” tandasnya.