Posko Perbatasan Covid-19 Resmi Ditutup, Kapolres : Saya Bangga Perjuangan Petugas

oleh
Apel Penutupan Posko Pemeriksaan Covid-19 di Desa Batu Nanta

MELAWINEWS.COM – Melawi – Posko Pemeriksaan Covid-19 yang berdiri di Perbatasan Sintang-Melawi, tepatnya di Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing akhirnya resmi berhenti beroperasi, Sabtu (30/5). Posko yang menjadi pintu utama pemeriksaan puluhan ribu orang yang masuk ke Melawi, kini tinggal menyisakan kenangan.

Ketua DPRD Melawi, Widya Hastuti didaulat menutup resmi posko yang telah berdiri selama kurang lebih dua bulan terakhir. Penutupan posko pun digelar dengan apel penutupan yang dihadiri Pj Sekda, Linda Purnama, Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi, Perwira Penghubung Kodim 1205 Sintang, Mayor Arh Eddy Winarno, Kepala BPBD, Syafarudin, Kadinkes, Ahmad Jawahir, Sekretaris Dishub, Deraup, serta seluruh petugas dari enam instansi baik TNI, Polri, Dinkes, BPBD, Satpol PP dan Dinas Perhubungan plus perwakilan masyarakat Desa Batu Nanta.

Ketua Posko Terpadu Pencegahan Covid-19, Iptu Hariyano menegaskan, seluruh petugas saat ini bisa dikatakan sehat, walau sempat beberapa diantaranya harus menjalani isolasi, karena dinyatakan reaktif. Dua bulan bertugas bersama, suka duka dialami seluruh petugas.

“Hujan, panas, hingga puasa dan sampai berlebaran di posko ini. Saya bangga dengan kinerja seluruh rekan-rekan Saya juga sampai terima kasih pada Kapolres Melawi serta semua pihak yang banyak menyumbang sejak awal posko ini berdiri sehingga bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Pj Sekda Melawi, Linda Purnama yang hadir mewakili Bupati Melawi mengakui, keputusan menutup posko perbatasan menjadi keputusan berat yang harus diambil Pemkab. Apalagi disisi lain, wabah pandemi Covid-19 sendiri masih sangat memprihatinkan.

“Berdasarkan rapat dan kesepakatan bersama, mau tak mau kita mengambil langkah kebijakan menutup posko Covid-19 ini. Awalnya emang sempat direncanakan beroperasi dari April hingga 30 Juni, namun operasional hanya mendukung hingga 30 Mei, sehingga mau tak mau menutup Posko ini,” ujarnya.

Linda mengakui ada kekhawatiran masyarakat karena posko yang menjadi garda terdepan pencegahan masuknya Covid-19 ini mesti ditutup. Namun, pemerintah akan menyiapkan berbagai langkah kedepan sebagai bentuk upaya pengendalian kasus Covid-19.

“Mewakili Bupati, kami mengucapkan terima kasih pada seluruh anggota tim yang dua bulan secara full tanpa mengenal hujan panas bekrja keras melayani masyarakat untuk menjaga kesehatan. Ini sumbangsih luar biasa dari ibu dan bapak disini,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi menegaskan kebanggannya terhadap seluruh petugas posko yang bekerja penh selama 60 hari. Ia mengungkapkan, dedikasi para petugas posko yang berjuang memberikan keamanan, kenyamanan, kesehatan serta keselamatan masyarakat Melawi.

“Banyak kenangan, banyak duka yang rekan-rekan hadapi dalam tugas. Saya sering memonitor setiap hari, bagaimana rekan rekan berjuang menghadapi terik matahari dan hujan deras. Saya bahkan jalan malam hari sebelum posko ditutup malam tadi untuk melihat bagaimana kesiapan semua petugas, ternyata semuanya masih tetap berdiri tegak, walau semalam turun hujan,” katanya.

Tris mengatakan, saat ini keberadaan posko perbatasan ini justru sangat dirindukan. Masyarakat banyak yang gundah setelah mengetahui posko ini akan ditutup. Berbeda dari awal posko berdiri, ada yang hanya melirik, bahkan mencibir apa yang telah dilakukan gugus tugas.

“Masyarakat baru menyadari betapa pentingnya tanggng jawab yang diemban rekan-rekan. Masyarakat mulai bertanya, bagaimana kami hidup, setelah selama ini masyarakat bisa tidur nyenyak, karena tugas pengawasan dijalankan rekan-rekan semua,” katanya.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melindungi masyarakat dalam keseharian. Tugas seluruh petugas dan tim gugus tugas tidak berhenti di 30 Mei ini. Namun, kedepan tantangan dan tanggung jawab tetap akan dipikul semuanya yang ada di posko serta seluruh tim yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

“Secara pribadi dan mewakili masyarakat, saya ucapkan terima kasih. Sekaligus mohon maaf bila selama pelaksanaan tugas ada yang hal yang tidak diinginkan. Rekan-rekan menjadi motivator pada masyarakat. Edukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan,” pesannya.