Kisah Teguh, Relawan Covid-19 Asal Melawi yang Bertugas di Wisma Atlet

oleh
Teguh Santoso, salah seorang perawat Melawi yang ikut mengabdikan diri menjadi relawan covid di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta

MELAWINEWS.COM, Melawi – Ketika banyak orang merasa takut atau bahkan khawatir tertular virus Corona, seorang perawat asal Melawi justru memberanikan diri untuk menjadi relawan Covid-19 di Wisma Atlet yang menjadi salah satu tempat penanganan pasien positif Covid-19. Dialah Teguh Santoso, pemuda 26 tahun kelahiran Desa Sungai Mentoba Kecamatan Ella Hilir yang memulai langkah perjuangannya sebagai petugas kesehatan langsung di garda terdepan.

Teguh sendiri terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Melawi. Ia memulai perjuangannya menjadi relawan demi sebuah rasa kemanusiaan, menolong sesama ditengah wabah pandemi Covid-19.

Teguh diketahui mulai bertugas di Wisma Atlet sejak 7 April lalu. Sebelum ditugaskan, ia bersama rekan relawan diberikan pelatihan di BBPK Jakarta selama lima hari dengan metode pembelajaran webinar.

“Saat akan berangkat tugas sebagai relawan Covid-19, sebenarnya orang tua dan keluarga berat melepas kepergian saya. Karena khawatir nantinya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri saya. Tetapi karena tugas saya sebagai seorang perawat, dan panggilan jiwa untuk membantu sesama sehingga orang tua dan keluarga pun mendukung saya sepenuhnya,” ujarnya.

Teguh mengisahkan pengalamannya bertugas merawat pasien Covid-19 di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet.  Ia wajib menggunakan APD lengkap selama satu shift yaitu 7-8 jam. Dalam kondisi itu, ia harus menahan haus, lapar, termasuk buang air kecil dan besar selama 7 hingga 8 jam.

“Selain itu, kadang kami juga merasakan sesak nafas karena penggunaan masker N95 dan dilapisi masker bedah dalam jangka waktu lama yaitu 7-8 jam. Kacamata goggles yang berembun kadang juga mengganggu jarak pandang kami. Penggunaan masker n95 dan kacamata goggles juga membuat luka lecet dibagian hidung dan telinga kami. Tetapi dengan seiringnya waktu, kami pun mulai terbiasa dengan kondisi tersebut,” katanya.

Teguh melanjutkan, usai melaksanakan shift, semua petugas medis dilakukan dekontaminasi pada APD yang sudah digunakan. Sesudah itu mandi dan membersihkan diri di tempat yang sudah disediakan. Sehingga waktu pulang dinas diharapkan kami tidak  membawa virus atau kuman keluar dari Rumah Sakit. Hal tersebut sudah dimanajemen dengan baik oleh pihak Rumah Sakit.

“Apa yang kami rasakan tersebut, semuanya terbayar ketika pasien dengan covid-19 semangat saat menjalani perawatan dan merasa nyaman dengan pelayanan yang kami berikan. Selain itu, banyak dari mereka yang sembuh dan kembali pulang kerumahnya masing-masing,” katanya.

Teguh pun mengungkapkan , pengalaman lain saat merawat pasien covid-19, tidak hanya merawat pasien WNI saja. Tetapi juga merawat pasien WNA seperti dari India, Arab Saudi, Bangladesh, Pakistan, dan Korea Selatan. Kebanyakan dari mereka adalah dari kluster keagamaan. Dengan pengalaman ini, Teguh pun meminta agar masyarakat di Melawi supaya tetap mengikuti anjuran dari pemerintah

Mulai dari  sering mencuci tangan dengan sabun atau bisa menggunakan hand sanitizer. menghindari memegang atau mengusap bagian wajah seperti mata, hidung, dan mulut jika tangan anda tidak bersih. Karena menurut penelitian penularan virus covid-19 melalui selaput mukosa mata, hidung, dan mulut.

“Hindari kerumunan atau keramaian, menjaga jarak (social distancing) dgn orang lain minimal 1 meter. Tetap dirumah saja, hindari keluar rumah jika tidak ada urusan yg terlalu penting. Jika harus terpaksa keluar rumah, maka wajib menggunakan masker. Gunakan masker kain, karena masker kain sudah bisa melindungi diri dari virus. Masker bedah hanya digunakan oleh petugas medis,” pesannya.

Pesan lainnya, lanjut Tegu, jika sudah keluar dari rumah. Saat sampai dirumah baiknya mandi dan mengganti pakaian, agar kuman dan virus yg menempel ditubuh dan pakaian tidak menyebar didalam rumah, sesudah membeli barang-barang, baiknya barang tersebut dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan.serta menjaga sistem imun tubuh yaitu dengan tidur malam yang cukup 6-8 jam/hari, mengkonsumsi makanan yg bergizi, hindari minum minuman yang dingin, dan rajin berolahraga. Konsumsi vitamin jika memang diperlukan.

“Terus ikuti anjuran-anjuran dari pemerintah. Agar kasus pasien yg positif covid-19 tidak meningkat secara drastis. Sehingga Rumah Sakit yg menangani pasien covid-19 tidak penuh dan masih bisa menampung pasien,” katanya.

Teguh juga berharap pada masyarakat melawi untuk tidak menolak dan menstigma tenaga medis. Mereka adalah garda terdepan dalam melawan virus ini. Mereka yang sudah berjuang merawat dan membantu kesembuhan pasien. Sehingga sudah seharusnya semua pihak membantu dan mendukung mereka.

“Ingat musuh kita adalah virus bukan tenaga medis,” katanya.

Terpisah, Ketua PPNI Melawi, Ahmad Darmawan pun mengapresiasi seluruh tenaga medis, khususnya para para perawat yang sudah merelakan dirinya untuk berjuang melawan Covid-19 dimanapun berada. Ia pun bangga masih adanya perawat Melawi yang juga ikut berjuang seperti Teguh yang menjadi relawan Covid di Wisma Atlet.

“Banyak rekan seperjuangan kami yang saat ini berjuang tenaga pikiran hingga mengorbankan keluarga demi merawat pasien Covid-19. Mereka berjaga siang malam. baik di Melawi maupun di seluruh Indonesia. Saya sebagai ketua PPNI menyampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh rekan-rekan sejawat kami,” katanya.