Kadin Salurkan Bantuan APD Pengusaha Kalbar ke RSUD Melawi

oleh
Kadin Melawi menyalurkan bantuan APD dari Pengusaha Kalbar ke RSUD Melawi

MELAWINEWS.COM, Melawi – Kamar Dagang Industri (Kadin) Melawi menyerahkan bantuan dari Pengusaha Kalbar berupa Alat Pelindung Diri (APD) ke RSUD Melawi. Bantuan berupa baju hazmat serta sarung tangan diterima langsung direktur RSUD Melawi, dr Sien Setiawan, Kamis (16/4).

Penyerahan bantuan tersebut diwakili Pengurus Kadin Melawi. Wakil Ketua Kadin, Indra Fahrudi bersama perwakilan pengusaha Melawi, Yoseph Fery Chin mengungkapkan ada 200 set baju hazmat serta 2.000 sarung tangan yang merupakan bentuk kepedulian pengusaha Kalbar yang ada di Kalbar maupun luar Kalbar.

“Ini menjadi bentuk kepedulian bersama pada pengusaha Kalbar atas wabah Corona yang semakin tinggi. Bantuan APD ini disalurkan ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Melawi,” ujarnya.

Indra melanjutkan, bantuan ini nantinya akan disalurkan secara bertahap ke rumah sakit yang membutuhkan, sampai wabah Covid-19 berakhir. Ia juga menyampaikan pesan pada pengusaha agar APD yang diserahkan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pihak rumah sakit.

“Ini juga menjadi dukungan kami para pengusaha untuk membantu melindungi pada pejuang petugas kesehatan yang berhadapan dengan wabah secara langsung,” katanya.

Disampaikan Indra, pada pengusaha Kalbar juga mengimbau agar masyarakat tetap menjalani pola hidup sehat,taati aturan pemerintah, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat keluar rumah.

“Kita juga berdoa agar wabah ini cepat berlalu,” harapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Melawi, dr Sien Setiawan menyampaikan terima kasih atas bantuan APD dari pengusaha Kalbar, khususnya pada Ketua Kadin Kalbar.

“Bantuannya sangat luar biasa dan sangat membantu kami di RSUD Melawi yang masih kekurangan APD untuk menghadapi wabah Covid-19 ini,” ujarnya.

Dipaparkan Sien, sejumlah APD yang masih sangat dibutuhkan yakni masker baik N-95 maupun masker bedah saat ini minim karena harganya yang sangat mahal dan sangat langka di pasaran.

“Obat-obatan anti virus sepeti oseltamivir, Ritonavir, Lopinavir juga sangat sulit diperoleh,” terangnya.