Yessy Melania Akan Perjuangkan Sertifikasi Guru Agama Katolik

oleh
Yessy Melania foto bersama usai gelar FGD

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Yessy Melania, Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Kalimantan Barat, bersama tenaga guru Agama Katolik se-Kabupaten Melawi, Jum’at (13/3/20) melakukan acara Forum Group Diskusi (FGD) ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Melawi.

Dalam acara yang dirangkai dengan dialog, tanya jawab dan diskusi tersebut, Kepala Kantor Kemenag Melawi, H. Abdulbar AF, menyampaikan prestasi Melawi dalam menjaga toleransi sangat diapresiasi oleh Kemenag RI.

Dikatakan Abdulbar, ada dua kabupaten di Kalbar yang mendapat penghargaan dalam menjaga toleransi secara nasional yakni, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Singkawang.

Abdulbar pun tetap berharap, agar semua guru yang hadir terus berjuang dan menjadi pelopor ditengah masyarakat dalam menjaga tolerasi umat beragama.

Senada dengan Abdulbar, Yessy Melania juga sepakat, bahwa Melawi harus menjadi pelopor dalam hidup bertoleransi ditengah keberagaman. “Kabupaten Melawi bisa jadi contoh buat kabupaten se-Indonesia,” kata Yessy.

Dikesempatan itu sejumlah guru menyampaikan aspirasi dan kondisi dilapangan. Salah satunya Pius, guru SMP Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir, menyampaikan, bahwa guru-guru Agama Katolik susah mendapat sertifikasi baik PNS/Non-PNS.

“Universitas Agama Katolik juga masih minim ketersediaannya di Indonesia. Pemerintah harusnya peduli akan hal tersebut,” kata Pius.

Senada dengan Pius, Heri Kusnadi, Guru Katolik SMAN 1 Belimbing menyampaikan, bahwa dari 16 guru PNS disekolah mereka hanya 1 guru Agama Katolik yang belum tersertifikasi.

Menurutnya, pemerintah kurang siap dan masih menganak tirikan guru-guru Agama Katolik. Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk dari ketidak adilan pemerintah terhadap rakyatnya.

Guru lainnya, Selfi, guru Agama Katolik SDN 4 Nanga Pinoh, juga menyampaikan, bahwa guru Agama Katolik diwilayahnya yang kebanyakan honorer masih belum menerima tukin.

“Hal ini merupakan sebuah kesedihan, karena peran guru honor sangat penting. Tidak hanya mengajar agama, kadang guru honor Agama Katolik, juga mengajar Matematika hingga mengisi ruang-ruang kelas yang kosong. Pemerintah harusnya lebih peduli terhadap jerih payah mereka yang benar-benar bekerja bangun bangsa,” kata Selfi.

Terkait keluhan guru ini, Yessy Melania pun akan memperjuangkan serta menyuarakannya di Senayan.

Yessy sepakat, bahwa pemerintah, melalui Kemenag dan Kementerian Pendidikan harus adil dan hadir dalam memberikan sertifikasi kepada guru yang telah berjuang untuk mencerdaskan generasi Bangsa. “Jika guru-guru kita berhenti, bagaimana nasib bangsa kita kedepan,” sebut Yessy.

Untuk itu Yessy mendorong Kemenag dan Kementerian pendidikan serius terkait hal tersebut. Keadilan harus dijunjung tinggi, karena negara harus hadir dan adil bagi semua. “Keberpihakan harus dinyatakan segera,” tegas Yessy.

Dia menilai, ini bisa jadi ancaman serius bagi masa depan, bahkan peradaban Bangsa Indonesia jika terus dibiarkan. Untuk itu Yessy Minta Pemerintah Pusat hingga Daerah serius memperhatikan tenaga pengajar Agama Katolik di seluruh Indonesia terkait proses mendapatkan sertifikasi dan tunjangan kinerja.

Yessy dan seluruh tenaga pendidik Agama Katolik di Melawi sepakat, bahwa Kemenag dan Kementerian Pendidikan harus segera kolaborasi dan memberikan apresiasi kepada guru-guru lewat sertifikasi atau tukin.

Yessy percaya, bahwa guru adalah pahlawan masa kini untuk membangun kemajuan Bangsa Indonesia kedepan. “Mari beri perhatian bagi Bapak Ibu Guru kita,” tandasnya. (Tim Yessy Melania)