Pengurus Baru Dilantik, DPD Apkasindo Melawi Diharapkan Perjuangkan Petani Sawit

oleh
Penyerahan bendera apkasindo dari Ketua DPW Provinsi pada Sopian Hadi yang menjabat Ketua DPD Apkasindo Melawi

MELAWINEWS.COM, Melawi – Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Melawi Periode 2019-2024 resmi dilantik, Selasa (18/2) di Aula Kantor Bupati Melawi. Keberadaan DPD APKASINDO diharapkan ikut memperjuangkan nasib petani sawit lokal serta membina kebun sawit swadaya.

Pelantikan ini dihadiri jajaran pengurus APKASINDO mulai dari tingkat DPP dan DPW Kalbar. Selain itu turut hadir sejumlah mitra dan perwakilan perusahaan perkebunan. Dari Pemkab Melawi hadir Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan (Dispanbun) Melawi, Daniel mewakili Bupati Panji.

Ketua DPD APKASINDO Melawi, Sopian Hadi, usai pelantikan mengungkapkan pengurus Apkasindo Melawi dibentuk berdasarkan Musda yang digelar pada 21 Desember 2019 lalu. Pengurus berasal dari berbagai perwakilan, baik yang memiliki kebun swadaya, ketua koperasi perkebunan serta pihak-pihak yang terkait didalamnya.

“Apkasindo adalah organisasi sosial. Kalau ingin maju, jangan mengharapkan ada apa dari asosiasi, tapi kita harus menyumbang bagi organisasi dan harus memperjuangkan petani sawit,” ujarnya.

Sopian yang telah tiga periode menjabat ketua Apkasindo, mengungkapkan banyak tantangan yang telah ia lewati, utamanya melawan kampanye negatif sawit dari luar negeri. Apalagi harga sawit kita sempat anjlok karena kampanye hitam sawit di luar negeri akibat CPO Indonesia tak dibeli oleh Eropa.

“Di dalam negeri, juga kerap muncul stigma petani sawit yang merusak hutan. Ada juga yang mengatakan sawit memusnahkan hak hak masyarakat. Padahal keberadaan Apkasindo untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit serta meningkatkan hubungan dengan pemerintah,” ujarnya.

Sopian menilai pemerintah sudah berpihak pada petani sawit. Ada undang undang perkebunan serta Permentan hingga Pergub yang mengatur tata niaga sawit. Kalau tata niaga sawit tak diatur maka semuanya akan amburadul.

“Kami sangat mengharapkan pemerintah jangan jenuh dan bosan membina petani seperti halnya memberikan izin pada pengusaha untuk membuka lahan kebun. Apkasindo bukan organisasi bisnis, tapi organisasi sosial untuk membina petani kelapa sawit,” katanya.

Sopian juga menyoroti belum jelasnya pembagian kebun inti dan plasma di sejumlah perusahaan di Kabupaten Melawi. Saat ini baru PT SDK yang jelas dalam membagi jumlah plasma dan inti.

“Kurang lebih ada 120.688 hektare kebun sawit di perusahaan diluar SDK. Hanya belum ada kejelasan selain informasi pola kerjasama 80:20. Ini harus dijelaskan agar hak petani, walau kecil dapat diberikan,” ujarnya.

Ketua DPW Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi memaparkan perkembangan sawit di Kalbar berkembang pesat. Ia berharap agar kedepan DPD Apkasindo Melawi bergandeng tangan dengan DPW dan DPP. “Bantu teman teman petani. Kalau sukses kita juga yang akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

Indra meyakini DPD Apkasindo Melawi dibawah Sopian Hadi bisa melesat. Ia berpesan Apkasindo bisa berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Perkebunan Melawi, untuk saling menjaga nama baik kelapa sawit.

“Karena ada beberapa progres kedepan yang perlu kita luruskan, baik itu organisasi maupun perkembangan sawit, kelapa sawit kita masih masih tetap di black campaign sama eropa, padahal mutu kelapa sawit kita sangat-sangatlah baik, jadi kita berharap sosialisakan masalah sawit ini dengan baik, “ harapnya.

Amin Nugroho, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPP Apkasindo menerangkan berharap program-program yang sudah diagendakan dan juga masalah pendataan petani serta KTA nya supaya segera dilaksanakan. Menyikapi adanya dualisme kepengurusan di tingkat Pusat sampai ke daerah menurut Amin Nugroho, dalam waktu dekat dari pusat akan mengadakan somasi, memastikan bahwa inilah Apkasindo yang benar.

“Kami yakin kita adalah Asosiasi Apkasindo yang legal, pesan dari ketua kegiatan yang sudah terencana agar terus dilanjutkan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dispanbun, Daniel, mengakui adanya dua pengurus DPD Apkasindo. Kendati demikian, pelantikan dua asosiasi yang sama sama dihadiri pemeirntah tetap memberikan kontribusi positif bagi petani sawit.
“Bagi saya yang penting DPD Apkasindo bisa menjadi mitra pemerintah. Tidak masalah ada dua atau sepuluh Apkasindo,” kelakarnya.

Daniel mendorong Apkasindo untuk mengedukasi petani agar memahami teknis menanam sawit yang benar. Apkasindo juga harus menjelaskan dimana beli bibit yang legal dan bersertifikat

“Apkasindo kedepan bisa mendata luasan lahan petani swadaya dan mengambil titik koordinat serta memetakannya. Kemudian bentuk kelompok tani sehingga bisa diarahkan ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit) untuk menerima buahnya,” katanya