Bahas Nasib Jalan Ella-Pinoh Yang Rusak Bupati Lakukan Ini Dengan Perusahaan

oleh
Bupati Melawi menggelar rapat bersama untuk mengatasi kerusakan jalan di Ella-Pinoh

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH-Bupati Melawi, Panji menggelar rapat pertemuan yang dihadiri instansi terkait serta sejumlah perusahaan perkebunan di Kantor Bupati, Rabu (5/2). Pertemuan tersebut digelar untuk menentukan teknis perbaikan ruas jalan Pinoh-Ella yang saat ini semakin memprihatinkan.

“Kerusakan jalan ini memang dipengaruhi curah hujan yang sangat tinggi. Lalu lintas kendaraan yang melintasi jalan Pinoh-Ella juga dilewati banyak orang,” kata Panji saat rapat bersama OPD dan perusahaan.

Dikatakan Panji, Pemkab mengundang perusahaan untuk bersama berpartisipasi memperbaiki ruas jalan Pinoh-Ella. Ia memaparkan, tingginya frekuensi kendaraan yang melintas ditambah dengan muatan tonase kendaraan yang melebihi kapasitas jalan ikut mempercepat kerusakan jalan tersebut.

“Kita harapkan memang kedepan, tonase kendaraan muatan yang melintasi jalan ini disesuaikan dengan kapasitas jalan. Saat ini kita memang belum melarang. Namun, perlu ada solusi, agar ruas jalan dari Simpang Tahlud sampai ke Ella bisa kembali lancar,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Makarius Horong mengungkapkan ruas jalan Pinoh-Ella sudah naik status menjadi jalan strategis nasional sejak 2014. Sebelumnya ruas jalan tersebut berstatus jalan kabupaten.

“Ukuran jalan ini disesuaikan dengan klasifikasi jalan kabupaten. Ruas Pinoh-Ella itu sebenarnya jalan tipe C. Maksimal dilalui kendaraan dengan tonase enam ton. Nah, sekarang, kendaraan yang melintas frekuensinya tinggi dan kapasitasnya melebihi kemampuan jalan,” ujarnya.

Sementara, lanjut Horong, truk pengangkut sawit bukan milik perusahaan, tapi lebih banyak dimiliki masyarakat. Karenanya perlu ada solusi bersama agar aktivitas angkutan jalan bisa kembali normal.

“Dan bagaimana kepedulian perusahaan pada masyarakat ini. Agar kita cepat action. Alat yang

dibutuhkan mulai dari alat berat seperti excavator, greader, dump truk serta material,” katanya.

Hadir dalam pertemuan ini perusahaan perkebunan sawit seperti PT BPK, PT SMS, PT CM serta perusahaan HPH PT SBK. Perusahaan ini pun sudah menyatakan siap untuk menurunkan alat berat serta dump truk dan material yang diperlukan.

“Untuk excavator, dari Dinas PU akan menurunkan satu unit bersama operator. Begitu juga excavator milik Dinas Pertanian. Tinggal nantinya teknis diatur, satu excavator perbaiki jalan dan satu excavator ditempatkan di kuari milik PT Erna,” jelas Horong.