Melawi  

Di Tengah Duka Kebakaran, TP PKK dan PMI Melawi Hadir Menguatkan Warga

Bantuan diserahkan Raisya Sarbina Dadi kepada Ketua MABT Melawi, Taufik, selaku perwakilan warga korban kebakaran, di Posko Peduli Korban Kebakaran yang berlokasi di Gedung Yayasan Mawar, Nanga Pinoh

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kebakaran di kawasan Pasar Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terus ditunjukkan berbagai pihak.

Kali ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Melawi turun langsung meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban, Jumat (30/10/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Melawi yang juga Ketua PMI Melawi, Raisya Sarbina Dadi, bersama jajaran pengurus. Rombongan turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, H. Arif Santoso, beserta jajaran.

Kehadiran rombongan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, serta barang-barang berharga akibat kebakaran.

Dalam peninjauan itu, Raisya bersama rombongan melihat secara langsung kondisi kawasan yang terbakar. Ia juga berdialog dengan sejumlah warga untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka setelah musibah tersebut.

Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) dini hari itu menghanguskan sebanyak 58 pintu rumah toko (ruko) hingga rata dengan tanah. Bangunan yang terbakar sebelumnya digunakan untuk berbagai aktivitas usaha sekaligus tempat tinggal, mulai dari warung kopi, rumah makan, gudang hingga usaha perdagangan lainnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang besar dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, TP PKK dan PMI Kabupaten Melawi menyerahkan bantuan berupa uang tunai, sembako serta berbagai kebutuhan sehari-hari bagi warga terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan kepada Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Melawi, Taufik, selaku perwakilan warga korban kebakaran, di Posko Peduli Korban Kebakaran yang berlokasi di Gedung Yayasan Mawar, Nanga Pinoh.

Raisya mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral, semangat dan doa kepada masyarakat yang sedang menghadapi cobaan. Ia menyatakan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga.

Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban para korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.

“Semoga ke depan kondisi warga dapat segera pulih. Mudah-mudahan warga dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” harapnya.

Raisya menegaskan, musibah kebakaran tersebut merupakan kejadian yang tidak diinginkan siapa pun. Karena itu, para korban diharapkan tetap tabah dan tidak kehilangan semangat untuk menata kembali kehidupan mereka.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya memberi bantuan, tapi juga memberikan support dan doa untuk masyarakat kita yang menjadi korban kebakaran. Ini adalah musibah, bukan keinginan kita semua,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga untuk tetap kuat dan optimistis dalam menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, semangat untuk bangkit menjadi salah satu modal penting bagi masyarakat dalam melewati masa sulit pascakebakaran.

“Intinya tetap semangat, tetap tabah, dan semoga semuanya diberi kesehatan. Dari Pemerintah Kabupaten Melawi melalui arahan Bapak Bupati, sudah diberikan fasilitas kesehatan bagi warga yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MABT Kabupaten Melawi, Taufik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian TP PKK dan PMI Melawi terhadap warga korban kebakaran.

Ia menilai kehadiran dan respons bagian dari pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi para korban.

“Kami pada sore hari ini dikunjungi oleh TP PKK dan PMI. Ini sangat luar biasa perhatian dari dua lembaga itu,” ungkap Taufik.

Menurutnya, bantuan kemanusiaan yang disalurkan tersebut sangat membantu warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Taufik juga berharap kepedulian terhadap korban kebakaran terus mengalir. Ia mengajak masyarakat luas, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak lainnya untuk turut memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.