MELAWINEWS.COM, TANAH PINOH -Camat Tanah Pinoh, Budiman menyampaikan bahwa persiapan Kecamatan Tanah Pinoh untuk mengikuti MTQ X Kabupaten Melawi 2026, yang akan berlangsung Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara, pada 6-9 November, telah mencapai sekitar 90 persen.
Kontingen Tanah Pinoh berjumlah 84 orang, termasuk 40 kafilah dan unsur pendukung, di antaranya tim kesehatan serta official. Dari seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan, Kecamatan Tanah Pinoh tidak mengikuti kategori hafalan Al-Qur’an 30 juz dan 20 juz.
Budiman mengatakan, untuk memastikan kenyamanan selama pelaksanaan kegiatan, LPTQ Kecamatan Tanah Pinoh juga telah melakukan peninjauan terhadap rumah yang akan digunakan sebagai tempat penginapan para kafilah dan official.
Budiman menyebut, pihaknya menargetkan prestasi terbaik dalam MTQ tahun ini. Target yang dipasang adalah juara umum, dengan harapan setidaknya mampu menembus tiga besar. Namun, ia menegaskan bahwa capaian prestasi tersebut harus tetap sejalan dengan komitmen pembinaan peserta lokal.
“Target kami menjadi juara umum, tetapi paling tidak masuk tiga besar. Semua kafilah yang mewakili Kecamatan Tanah Pinoh berasal dari daerah sendiri,” ujar Budiman, Sabtu (10/10/2026).
Terkait pendanaan, Budiman menyebut Kecamatan Tanah Pinoh memperoleh bantuan hibah sebesar Rp 50 juta dari Pemerintah Kabupaten Melawi. Selain itu, masih terdapat sisa dana operasional dari pelaksanaan MTQ di Kecamatan Pinoh Selatan pada tahun sebelumnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Tanah Pinoh, pemerintah desa, pelaku usaha, serta para donatur yang telah memberikan dukungan bagi persiapan kontingen.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk menunjang kebutuhan peserta selama mengikuti perlombaan, mulai dari akomodasi hingga kebutuhan operasional lainnya.
Ia berharap MTQ X Kabupaten Melawi tidak hanya menjadi ajang persaingan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan Al-Qur’an di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Ia menekankan bahwa konsistensi LPTQ Kabupaten Melawi dalam menjalankan aturan peserta akan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan antar kontingen serta keberlanjutan pembinaan qari dan qariah lokal.
“Kita meminta ke LPTQ kabupaten untuk mencegah peserta dari luar daerah. Jangan korbankan pembinaan demi juara,” pungkasnya.












