MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Melawi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Ketahanan Pangan, sebagai tindak lanjut Implementasi Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Program Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan Desa.
Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan melalui metode diskusi dan praktik lapangan. Acara dibuka Kepala DPMD Melawi, Hasanuddin, berlangsung di Hotel Rajawali Kota Nanga Pinoh, Selasa (9/12/2025).
Ketua Panitia, Agustinus Rudi Hartono Botoor, melaporkan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat kelembagaan desa, BUMDes/Bumdesma, serta kapasitas perangkat desa dalam mendukung program pemberdayaan, ketahanan pangan berbasis potensi lokal, peningkatan akuntabilitas dana desa, dan pengembangan inovasi berkelanjutan.
Dikatakan, peserta bimtek terdiri dari camat se-Kabupaten Melawi, kepala desa, perangkat desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP), pengurus BUMDes/Bumdesma, serta Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Narasumber mencakup perwakilan BPKP Kalimantan Barat, tenaga ahli pendamping profesional, dan jajaran DPMD Melawi.
Dijelaskan, materi yang disampaikan meliputi, pemahaman dan pengawasan Kepmendes No. 3/2025, simulasi penyusunan analisis usaha ketahanan pangan, identifikasi masalah desa dan dinamika kelompok, pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana dan penandatanganan komitmen bersama hingga praktik pertanian modern budidaya cepat panen.
Kepala DPMD Melawi, Hasanuddin, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas desa menjadi sangat penting karena pada tahun 2026 alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) mengalami pemangkasan.
Dengan penguatan kapasitas melalui bimtek ini, Hasanuddin menegaskan pemerintah desa diharapkan lebih mandiri dalam perencanaan, lebih disiplin dalam penggunaan dana desa, serta mampu menciptakan inovasi ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Meski terjadi penyesuaian anggaran, desa tetap harus adaptif dan fokus pada program prioritas,” ujarnya.
Hasanuddin menambahkan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan.
“Pemkab Melawi optimistis program ketahanan pangan desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus memperkuat pondasi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap desa semakin siap menghadapi dinamika ekonomi, tantangan iklim, dan kebutuhan ketahanan pangan yang semakin kompleks.












