Melawi  

Tanah Pinoh Percepat Pembentukan MPA di 12 Desa, Sarpras Pemadam Mulai Disiapkan

Disaksikan Camat Tanah Pinoh, Budiman. Pembentukan MPA di Desa Loka Jaya juga diikuti dengan penguatan sarana dan prasarana peralatan pemadam, di antaranya mesin water pump, selang, helm serta perlengkapan pendukung lainnya

MELAWINEWS.COM, TANAH PINOH – Pemerintah Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mendorong seluruh pemerintah desa membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dari 12 desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanah Pinoh, pembentukan MPA saat ini telah terealisasi di Desa Loka Jaya. Sementara desa lainnya masih dalam proses dan ditargetkan seluruhnya dapat terbentuk pada September 2026.

Camat Tanah Pinoh, Budiman, mengatakan pembentukan MPA merupakan langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa, terutama dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Untuk Kecamatan Tanah Pinoh, saat ini sudah terbentuk MPA di Desa Loka Jaya. Kemudian proses pembentukan di desa-desa lainnya terus berjalan dan kami targetkan selesai bulan September ini,” kata Budiman usai mengikuti pembentukan MPA di Kantor Desa Loka Jaya, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, pembentukan MPA di Desa Loka Jaya juga langsung diikuti dengan penguatan sarana dan prasarana pendukung. Pemerintah desa menyiapkan sejumlah peralatan pemadam, di antaranya mesin water pump, selang, helm serta perlengkapan pendukung lainnya.

Pengadaan sarana tersebut, kata Budiman, dilakukan dengan memanfaatkan APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan desa menghadapi potensi kebakaran.

“Jadi bukan hanya membentuk kelompoknya, tetapi juga harus didukung dengan sarana dan prasarana. Dengan begitu, ketika terjadi kebakaran, masyarakat sudah memiliki kesiapan untuk melakukan penanganan awal,” jelasnya.

Budiman menambahkan, pembentukan MPA di desa lainnya terus dikoordinasikan. Bahkan, pihaknya menargetkan Desa Madong Jaya turut membentuk MPA pada hari yang sama.

“Ini sesuai dengan arahan Bupati Melawi agar seluruh desa membentuk MPA. Ini penting karena Karhutla tidak bisa hanya ditangani pemerintah atau aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan MPA diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, pemantauan dan respons awal apabila ditemukan titik api di wilayah desa.

Budiman menyebutkan bahwa saat ini tidak terdapat lagi titik kebakaran yang masih aktif di wilayah Kecamatan Tanah Pinoh. Namun demikian, kepulan asap masih terlihat di sejumlah lokasi.

Karena itu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, sebaiknya menggunakan masker.

Sementara itu, Kepala Desa Loka Jaya, AM Taufik, mengatakan pembentukan MPA di desanya merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah desa bersama masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Menurutnya, MPA tidak boleh hanya dibentuk secara administratif, tetapi harus benar-benar memiliki kemampuan dan dukungan peralatan yang memadai untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

“Pembentukan MPA ini merupakan langkah kesiapsiagaan desa. Kami ingin masyarakat memiliki kelompok yang siap bergerak ketika terjadi kebakaran, terutama untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal sebelum api meluas,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, dukungan sarana pemadam menjadi bagian penting dalam memperkuat MPA. Karena itu, Pemerintah Desa Loka Jaya mengalokasikan anggaran melalui APBDes Perubahan 2026 untuk memenuhi kebutuhan peralatan.

“Peralatan seperti mesin water pump, selang, helm dan perlengkapan lainnya sangat dibutuhkan. Dengan adanya sarana tersebut, anggota MPA tidak hanya siap secara personel, tetapi juga memiliki peralatan ketika harus turun ke lapangan,” sebutnya.

Taufik berharap keberadaan MPA dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran, termasuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api dan segera melaporkan apabila menemukan titik panas atau kebakaran.

Pembentukan MPA di Kecamatan Tanah Pinoh tersebut sejalan dengan arahan Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, yang sebelumnya meminta pemerintah kecamatan dan desa memperkuat sistem kesiapsiagaan Karhutla melalui pembentukan MPA di masing-masing desa.

Dadi menilai keberadaan MPA dapat menjadi salah satu kekuatan di tingkat masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan, deteksi dini dan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

“Penguatan penanganan di tingkat desa menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kebakaran baru sekaligus mempercepat respons ketika kebakaran terjadi,” tegas Dadi.

Karena itu, pemerintah desa didorong memanfaatkan anggaran yang tersedia secara terukur dan sesuai ketentuan untuk mendukung kesiapsiagaan Karhutla, termasuk memperkuat MPA serta memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pemadam.

Exit mobile version