MELAWINEWS.COM, MELAWI — Pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Citra Mahkota (CM) menyatakan luas areal yang terbakar di dalam wilayah konsesinya di Kabupaten Melawi tidak mencapai puluhan hektare seperti dugaan awal.
Klaim tersebut disampaikan setelah perusahaan melakukan verifikasi lapangan dan pemetaan secara mandiri untuk memastikan luas riil lahan yang terdampak kebakaran di dalam batas konsesi atau Hak Guna Usaha (HGU).
Berdasarkan hasil verifikasi dan pemetaan tersebut, perusahaan menyebut luas areal yang terbakar berada di kisaran 15 hektare.
Hal itu disampaikan Estate Manager PT CMA 1, Mansur, dalam rangkaian kunjungan kerja Wakil Bupati Melawi, Malin, bersama jajaran instansi terkait dan Tim Sosialisasi Penanggulangan Karhutla Mabes TNI saat meninjau langsung sejumlah lokasi kebakaran areal PT CM, Kamis (10/9/2026).
Mansur menjelaskan, pada tahap awal perusahaan memang memperkirakan luasan areal terdampak kebakaran mencapai puluhan hektare. Perkiraan tersebut muncul karena kebakaran terjadi di sejumlah titik yang tersebar di wilayah desa pada Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Menukung.
Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan serta pemetaan terhadap titik-titik yang terbakar, perusahaan memperoleh angka yang lebih terukur.
“Setelah dilakukan verifikasi dan pemetaan mandiri untuk menghitung luas riil lahan yang terbakar di dalam batas konsesi, hasilnya sekitar 15 hektare,” kata Mansur.
Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil penghitungan perusahaan berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Dengan demikian, dugaan awal mengenai luas areal terbakar yang mencapai puluhan hektare mengalami koreksi setelah proses verifikasi dilakukan.
Mansur menegaskan, proses verifikasi dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai luasan areal terdampak, terutama karena lokasi kebakaran tersebar di beberapa titik dalam wilayah operasional perusahaan.
“Dengan adanya hasil pemetaan tersebut, PT CM menyatakan luas areal terbakar yang berada di dalam konsesi perusahaan tercatat sekitar 15 hektare, bukan puluhan hektare sebagaimana perkiraan awal,” pungkas Mansur.
