Melawi  

Hati Mulia di Tengah Bencana Karhutla, Raisya Sarbina Dadi Tunjukkan Kepedulian Humanis kepada Warga

Ketua TP PKK Melawi, Raisya Sarbina Dadi, saat menghampiri sang nenek dan dengan penuh perhatian langsung memakaikan masker

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH — Kepedulian terhadap masyarakat di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditunjukkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Tidak hanya bergerak mendukung kebutuhan logistik dan perlengkapan lapangan bagi Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dan relawan, TP PKK dan PMI Kabupaten Melawi juga aktif memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak paparan kabut asap.

Salah satunya kembali dilakukan melalui pembagian masker jenis KF94 kepada masyarakat pengguna jalan di kawasan Monumen Tugu Juang, Kota Nanga Pinoh, Senin sore (31/8/2026). Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

Di tengah aktivitas pembagian masker, perhatian tertuju pada sikap humanis Ketua TP PKK sekaligus Ketua PMI Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, yang secara langsung menghampiri seorang nenek lanjut usia yang berada di sekitar lokasi.

Nenek tersebut tampak duduk di kursi milik pedagang kaki lima (PKL) tanpa mengenakan masker sembari menyaksikan kegiatan pembagian masker kepada pengguna jalan.

Melihat kondisi tersebut, Raisya tidak sekadar memberikan masker dari kejauhan. Ia menghampiri sang nenek dan dengan penuh perhatian langsung memakaikan masker tersebut.

“Maaf ya, Nek. Saya pakaikan masker ini. Sekarang kondisi cuaca kurang baik karena kepulan kabut dan asap akibat karhutla. Jaga kesehatan ya, Nek. Sebaiknya tidak keluar rumah dulu kalau tidak ada keperluan yang begitu penting,” pesan Raisya dengan penuh perhatian.

Sang nenek pun menyambut perhatian tersebut dengan ucapan terima kasih dan doa. “Ya, terima kasih ya, Nak. Semoga Ananda sehat dan panjang umur,” ucapnya singkat.

Raisya kemudian menyerahkan sejumlah masker kepada sang nenek agar dapat digunakan sebagai perlindungan selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.

Sikap sederhana tersebut menjadi gambaran kepedulian yang tidak hanya diwujudkan melalui program dan bantuan, tetapi juga melalui perhatian langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia.

Kepedulian tersebut menjadi salah satu bentuk keteladanan dalam penanganan dampak karhutla. Kehadiran TP PKK dan PMI Kabupaten Melawi tidak hanya terlihat dalam pendistribusian bantuan bagi para petugas di lapangan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di tengah ancaman kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, langkah tersebut sekaligus menjadi pesan moral penting bahwa perlindungan terhadap masyarakat membutuhkan kepedulian, kepekaan, dan tindakan nyata.

Konsistensi TP PKK dan PMI Kabupaten Melawi dalam mendukung penanganan karhutla pun mendapat apresiasi karena menunjukkan bahwa aksi kemanusiaan tidak harus selalu dilakukan dalam skala besar.

Perhatian sederhana, seperti memastikan seorang warga lanjut usia mengenakan masker dengan benar, dapat menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat.

Exit mobile version