MELAWINEWS.COM– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sekitar kawasan Bandara Nanga Pinoh, Desa Kenual, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Meski sebelumnya sempat dipadamkan, kepulan asap masih terlihat di lokasi hingga Jumat (28/8).
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sejak Minggu. Setelah sempat berhasil dipadamkan, titik api kembali muncul sekitar dua hari kemudian. Kondisi lahan yang kering diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bara api yang masih tersisa kembali menyala.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, kondisi kemarau dan keringnya vegetasi membuat kawasan tersebut rentan terhadap kebakaran. Aktivitas pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan juga perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca kering.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Nanga Pinoh, Budi Sarwanto, mengatakan kebakaran yang berada tidak jauh dari kawasan bandara menjadi perhatian. Keberadaan asap berpotensi mengurangi jarak pandang dan dapat berdampak terhadap operasional penerbangan apabila konsentrasi asap semakin meningkat.
Selain berpotensi mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut juga perlu diantisipasi dari sisi keselamatan penerbangan. Pemantauan terhadap perkembangan asap dan titik api menjadi penting untuk memastikan kondisi di sekitar kawasan bandara tetap aman.
Penanganan dan pemantauan di lapangan masih diperlukan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali muncul. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, khususnya di tengah kondisi kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar dan api berpotensi cepat meluas.
Sebelumnya, personel gabungan Polsek Nanga Pinoh, personel BKO Brimob Polri, BPBD Kabupaten Melawi, Tagana Kabupaten Melawi, Manggala Agni, KPH Kabupaten Melawi, serta masyarakat sekitar melaksanakan pemadaman di kawasan Bandara Nanga Pinoh, tepatnya di Dusun Lingkar Bandara, Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Jamidi turun langsung bersama personel gabungan untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api agar tidak meluas ke area permukiman maupun kawasan di sekitar bandara.
Dalam pelaksanaan pemadaman, personel gabungan bersama masyarakat melakukan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik api. Kondisi lahan yang merupakan semak belukar semi gambut menjadi salah satu tantangan tersendiri karena api berpotensi merambat dan kembali muncul apabila bara di dalam tanah belum sepenuhnya padam.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan,” pungkasnya.
Sinergitas antara Polri, TNI/Brimob, pemerintah daerah, Manggala Agni, KPH, Tagana, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sebagai langkah bersama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kabupaten Melawi.
