MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Senin (3/8).
Sebanyak 26 pelajar terbaik akan menjalani pembinaan intensif sebagai persiapan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Melawi, H. M. Yamin, mengatakan peserta diklat terdiri atas 12 pelajar laki-laki dan 14 pelajar perempuan dari tingkat SMA/sederajat yang telah lolos melalui proses seleksi.
“Seluruhnya akan bertugas sebagai Paskibraka tingkat Kabupaten Melawi. Selain itu, dua pelajar terbaik juga mewakili Kabupaten Melawi pada seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026,” ujarnya.
Yamin menjelaskan, diklat dilaksanakan pada 3–15 Agustus 2026 dengan materi yang tidak hanya berfokus pada latihan baris-berbaris, tetapi juga pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan.
Ia menyampaikan, materi yang diberikan meliputi Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, kepemimpinan, kedisiplinan, pembentukan karakter, latihan baris-berbaris, hingga tata upacara bendera.
Proses pelatihan didukung empat pelatih yang terdiri atas dua personel TNI dan dua personel Polri, dengan pendamping dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Melawi.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjalankan tugas sebagai pengibar bendera dengan baik sekaligus menjadi generasi muda yang berkarakter Pancasila, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi, H. Joko Wahyono, yang mewakili Bupati Melawi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos dalam proses seleksi yang berlangsung secara ketat, objektif, dan kompetitif.
Menurutnya, keberhasilan menjadi calon Paskibraka merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, ketekunan, serta dukungan orang tua, guru, dan seluruh pihak yang telah memberikan pembinaan.
“Kepercayaan menjadi calon Paskibraka bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta dukungan penuh dari orang tua dan para guru,” ujarnya.
Joko juga mengingatkan para peserta agar tetap rendah hati selama mengikuti pendidikan dan pelatihan. Menurutnya, seragam Paskibraka merupakan simbol kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Semakin besar kehormatan yang diberikan kepada seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Kehormatan harus dijaga dengan integritas, kedisiplinan, dan kerja keras,” tegasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan upacara dan peninjauan Desa Bahagia Paskibraka Kabupaten Melawi Tahun 2026 yang berada di kawasan Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi.
Pembukaan diklat turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para orang tua calon Paskibraka, kepala sekolah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), staf ahli, serta tamu undangan lainnya.
