Melawi  

TP PKK Melawi Angkat Semangat Emansipasi Lewat Pawai Busana Nusantara

Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Melawi memiliki cara unik dalam memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026 dengan menggelar pawai atau parade busana Nusantara.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan emansipasi perempuan sekaligus upaya melestarikan budaya Nusantara.

Pawai busana Nusantara tersebut bertujuan untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan rasa kebanggaan nasional, serta menumbuhkan semangat emansipasi perempuan di tengah masyarakat.

Kegiatan akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 06.30 WIB. Titik kumpul peserta berada di area Bundaran Tugu Perjuangan 2 Nanga Pinoh, dengan rute pawai yang dimulai dan berakhir di lokasi yang sama.

Peserta kegiatan terdiri dari peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Para peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat Nusantara, busana profesi, atau kostum hasil kreasi sendiri. Panitia juga menegaskan larangan keras terhadap penggunaan atribut yang mengandung unsur SARA.

Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah diwajibkan menampilkan satu orang maskot pawai. Kegiatan ini juga akan dinilai oleh dewan juri, dengan penghargaan berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan bagi para pemenang juara I, II, dan III.

Ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, menegaskan bahwa pawai busana Nusantara ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneladani semangat juang R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat perjuangan dan keteladanan Kartini, sekaligus meningkatkan kreativitas serta partisipasi TP PKK dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tergambar keberagaman budaya, keanggunan, serta karakter masyarakat yang kuat dan berdaya. Pawai ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya bangsa, khususnya di Kabupaten Melawi,” ujar Raisya, Jumat (24/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pawai busana ini tidak hanya menampilkan keindahan pakaian, tetapi juga menjadi sarana refleksi atas perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan hak-hak perempuan.

Raisya juga mengajak pihak sekolah untuk mengikutsertakan para siswa serta menjaga ketertiban dan keamanan dengan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan panitia selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Kartini terus hidup dalam mendorong perempuan untuk berkarya, berinovasi, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah

Exit mobile version