MELAWINEWSCOM, SEKADAU – Operasi pencarian korban helikopter PK-CFX yang jatuh di perbukitan Desa Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, resmi dinyatakan selesai setelah seluruh jenazah korban berhasil ditemukan pada Jumat (17/4/2026).
Helikopter tersebut dipiloti oleh Capt. Marindra W bersama kopilot Harun Arasyd, serta membawa enam penumpang, yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Seluruh korban dilaporkan meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Triyono, menyampaikan bahwa proses evakuasi jenazah telah dilakukan sejak dini hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta medan di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh jenazah korban berhasil dikeluarkan dari badan helikopter. Selanjutnya, jenazah dibawa menuju puncak bukit sebelum dievakuasi ke Posko Hulu Peniti.
Lebih lanjut dikatakan pada pukul 06.10 WIB, seluruh jenazah diberangkatkan menggunakan delapan unit ambulans yang dikawal oleh patroli lalu lintas Polres Sekadau menuju Kompi Kabupaten Sanggau.
“Dari lokasi tersebut, jenazah kemudian dijemput menggunakan helikopter Super Puma milik Lanud Supadio untuk selanjutnya dibawa ke Pontianak,” ujar AKP Triyono, Jumat (17/4/2026).
Sebelumnya, helikopter PK-CFX jenis Airbus Helicopter H-130 dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan pada Kamis (16/4/2026). Helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Kabupaten Melawi dan dijadwalkan mendarat di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Namun, dalam perjalanan, helikopter kehilangan kontak sekitar pukul 08.39 WIB dengan koordinat terakhir di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan dan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter beserta seluruh korban di dalamnya.












