Melawi  

Persiapan Porprov 2026 Belum Dimulai, KONI Melawi Menanti Juklak dan Juknis

Ketua KONI Melawi, Abang Baharuddin

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2026 yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hingga saat ini masih menunggu keputusan resmi dari Gubernur Kalimantan Barat.

Ketua KONI Melawi, Abang Baharuddin, menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima surat keputusan (SK) definitif terkait pelaksanaan Porprov tersebut.

“Sampai saat ini belum ada surat keputusan resmi dari Bapak Gubernur Kalimantan Barat. Kami masih menunggu kepastian tersebut,” ujar Baharuddin, Senin (16/2).

Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, Porprov biasanya dilaksanakan pada bulan November. Namun demikian, untuk tahun 2026 jadwal pelaksanaan masih belum dapat dipastikan karena menunggu keputusan resmi dari pemerintah provinsi.

Selain jadwal, kepastian mengenai cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan juga belum diketahui. Hal ini karena KONI kabupaten/kota masih menunggu Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) dari panitia penyelenggara tingkat provinsi.

“Kami masih menunggu Juklak dan Juknis Porprov. Setelah dokumen tersebut diterima, barulah KONI Melawi dapat melakukan tahap persiapan dan pemantapan, termasuk menentukan Cabor yang akan diikuti serta jumlah kontingen,” jelasnya.

Baharuddin memastikan Kabupaten Melawi akan tetap berpartisipasi dalam sejumlah Cabor yang dipertandingkan. Namun, tingkat partisipasi tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Menurutnya, besaran dukungan anggaran hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi kepada KONI menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah Cabor dan atlet yang diberangkatkan. Terlebih, pada tahun ini pemerintah daerah mengalami pemangkasan transfer anggaran dari pemerintah pusat.

“Kami akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Mengingat adanya pemangkasan transfer anggaran dari pemerintah pusat, tentu hal ini menjadi pertimbangan dalam menentukan partisipasi,” pungkasnya.

Exit mobile version