Melawi  

Bupati Dadi Pimpin Kerja Bakti Massal, Wujudkan Melawi Bersih dan Sehat

Titik kumpul di halaman Kantor Bapenda Melawi. Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, saat menyampaikan arahan sebelum aksi kerja bakti massal di mulai

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi kerja bakti serentak bersih-bersih lingkungan di wilayah Kota Nanga Pinoh, Sabtu (14/2). Kegiatan ini menyasar sejumlah titik strategis seperti pusat pasar, pasar tradisional, kawasan dermaga, hingga sepanjang Jalan Juang.

Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sekaligus sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPRD, OPD, Forkopimda, instansi vertikal, PKK, ASN hingga perangkat desa. Titik kumpul di halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini bukan hanya kegiatan simbolis tahunan, tetapi harus menjadi momentum membangun kesadaran bersama.

“Melalui aksi ini, Pemerintah Daerah ingin menumbuhkan semangat kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Dadi, saat menyampaikan arahannya, sebelum kegiatan di mulai.

Dadi menegaskan, penanganan sampah tidak boleh hanya dilakukan saat ada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari.

Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya mencerminkan tata kelola daerah yang baik, tetapi juga kualitas hidup masyarakat yang sehat dan berdaya saing.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Melawi, Oslan Junaidi, menyampaikan bahwa momentum ini sangat tepat karena bertepatan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

“Kebersihan lingkungan adalah bagian dari kesiapan lahir dan batin dalam menyambut bulan ibadah. Ketika lingkungan bersih, aktivitas masyarakat pun menjadi lebih nyaman dan khusyuk,” ujarnya.

Oslan juga menambahkan, gerakan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan langkah nyata membangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami ingin membangun budaya gotong royong yang kuat di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, kelestarian lingkungan hidup di Melawi dapat terus terjaga,” pungkasnya.