Melawi  

Kapal Tak Bisa Sandar, BBM Kosong, Wabup Malin: Ini Bukti Lemahnya Manajemen Pertamina

Kondisi terkini antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU hingga berjam-jam. (Inzert) Wakil Bupati Kabupaten Melawi, Malin

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Wakil Bupati Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Malin, menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Melawi dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU hingga berjam-jam.

Kelangkaan BBM yang juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memicu kritik terhadap PT Pertamina (Persero). Perusahaan pelat merah itu dinilai gagal menjaga stabilitas distribusi energi.

Dilansir dari KOMPAS.com, Rabu (11/2/2026), PT Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut kelangkaan terjadi akibat terganggunya distribusi karena pendangkalan alur sungai menyusul turunnya tinggi muka air.

Akibatnya, kapal pengangkut BBM belum dapat sandar dan melakukan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran.

Menanggapi hal tersebut, Malin menegaskan bahwa BUMN strategis seperti Pertamina seharusnya memiliki sistem manajemen risiko yang matang.

“Kasus ini adalah ujian komitmen pelayanan publik. Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban kelalaian antisipasi,” sebut Malin, Jumat (13/2/2026).

Malin mendesak Pertamina segera menyiapkan jalur alternatif distribusi ke Sintang agar stok BBM di seluruh titik layanan tetap terjaga, termasuk ke Kabupaten Melawi.

Menurutnya, kendala teknis seperti keterlambatan kapal semestinya dapat diminimalisir dengan perencanaan dan manajemen yang baik.

Ia juga menyoroti bahwa kelangkaan BBM bukan kali pertama terjadi di Kalimantan Barat.

“Ini menunjukkan tidak adanya antisipasi sejak awal. Kalau terus berulang, harus ada evaluasi menyeluruh,” ujarnya.

Malin turut mengingatkan agar tidak ada praktik kecurangan di balik kelangkaan tersebut.

“Jangan sampai alasannya teknis, tapi di lapangan ada permainan. Itu yang kita khawatirkan,” pungkasnya.