MELAWINEWS.COM, Melawi – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax dilaporkan terjadi secara merata di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Melawi. Kondisi ini memicu lonjakan harga yang drastis di tingkat pengecer dan keluhan mendalam dari masyarakat.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Melawi, Indra Fahrudi, menyoroti situasi ini dengan serius. Menurutnya, kelangkaan ini sangat kontradiktif karena sehari sebelumnya stok bensin di sejumlah SPBU terpantau masih tersedia. Ia mengungkapkan disejumlah kecamatan, harga bensin di tingkat eceran dikabarkanmelonjak hingga Rp30.000 per liter.
“Di Nanga Pinoh pengecer menjual minyak dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter. Tentunya ini semakin memberatkan warga yang sangat membutuhkan bahan bakar untuk mobilitas harian. Bahkan ini masih sulit didapat,” katanya.
Indra Fahrudi mempertanyakan persoalan distribusi BBM yang dilakukan oleh pihak Pertamina. Ia menegaskan perlunya langkah konkret agar Melawi tidak terus-menerus terjebak dalam krisis energi.
“Kami mempertanyakan bagaimana upaya Pertamina dalam memastikan pasokan BBM ke Melawi. Mengapa kelangkaan ini bisa terjadi secara serentak di seluruh SPBU, padahal hari sebelumnya stok masih ada?” ujar Indra, Jumat (13/2).
Selain masalah distribusi, Ketua KADIN Melawi ini juga mensinyalir adanya peran spekulan nakal yang sengaja menimbun atau mempermainkan stok sehingga bensin sulit didapat
Indra berharap kondisi ini tidak terjadi berlarut-larut mengingat banyak masyarakat yang sangat membutuhkan BBM khususnya bensin untuk transportasi dan kendaraan pendukung aktivitas harian. Pada Kamis (12/2) kemarin saja, banyak motor yang mogok dan harus didorong karena tak berhasil mendapatkan BBM. Tak cuma motor, tapi juga bagi mereka yang berprofesi sebagai sopir taksi yang infonya bahkan sudah tak jalan karena kelangkaan BBM pertalite dan pertamax.












