Melawi  

Batik Ngonang Resmi Jadi PDH ASN Tiap Kamis, Raisya Sarbina: Langkah Strategis Pelestarian Budaya Lokal

Ketua Dekranasda Melawi, Raisya Sarbina

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi secara resmi menetapkan Batik Ngonang sebagai Pakaian Dinas Harian (PDH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Melawi setiap hari Kamis.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam upaya pelestarian budaya sekaligus bentuk kebanggaan terhadap karya para pengrajin lokal di Kabupaten Melawi.

Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Melawi, Raisya Sarbina, menjelaskan bahwa Batik Ngonang merupakan salah satu warisan budaya lokal yang memiliki nilai filosofi, sejarah, serta mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakat Melawi.

Raisya menuturkan, motif Ngonang tidak hanya menggambarkan kekayaan alam dan budaya daerah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, karakter, serta jati diri Kabupaten Melawi.

Sebagai Ketua Dekranasda Melawi, Raisya memandang penetapan Batik Ngonang sebagai PDH ASN bukan sekadar penggunaan seragam, melainkan merupakan langkah strategis dalam pelestarian budaya lokal.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penggunaan Batik Ngonang oleh ASN merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, serta membanggakan produk budaya lokal.

Raisya menambahkan, ASN sebagai representasi pemerintah di tengah masyarakat diharapkan dapat berperan sebagai duta budaya daerah, sehingga Batik Ngonang dapat semakin dikenal luas sebagai identitas khas Melawi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Selain berdampak pada penguatan identitas daerah, Raisya menilai kebijakan tersebut juga akan mendorong perkembangan produksi Batik Ngonang serta menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kreatif di Melawi.

“Dengan mengenakan Batik Ngonang, ASN turut menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal, menunjukkan kecintaan terhadap daerah, serta mendukung penggunaan produk dalam negeri berbasis potensi lokal,” ujar Raisya, Minggu (1/2).

Istri Bupati Melawi itu berharap Batik Ngonang tidak hanya menjadi pakaian dinas semata, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bersama masyarakat Melawi serta warisan budaya yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.