Melawi  

Pemkab Melawi Soroti Dugaan Permainan Harga LPG 3 Kg Jelang Nataru, Sekda Paulus: Distribusi Pertamina Lancar

Sekda Melawi, Paulus, memimpin monitoring harga dan ketersediaan LPG 3 kilogram bersubsidi di Kota Nanga Pinoh

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga LPG subsidi 3 kilogram di Kota Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, melonjak tajam hingga menembus Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per tabung.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat dan memicu perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi.

Menyikapi lonjakan harga tersebut, Pemkab Melawi melakukan monitoring harga dan ketersediaan LPG 3 kilogram pada Selasa (23/12). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Melawi, Paulus, didampingi instansi terkait serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Monitoring dilakukan di sejumlah pangkalan LPG di Kota Nanga Pinoh hingga ke wilayah Desa Tanjung Tengang.

Dari hasil pengecekan di lapangan, Sekda Paulus menyampaikan bahwa distribusi LPG dari Pertamina ke tingkat agen dan pangkalan berjalan lancar dan kuota dinilai mencukupi.

“Berdasarkan keterangan pemilik pangkalan, distribusi dari Pertamina tidak mengalami kendala dan kuota juga cukup. Harga dari Pertamina juga sesuai standar,” ujar Paulus.

Namun demikian, Pemkab Melawi menemukan adanya perbedaan harga yang signifikan di tingkat agen, pangkalan, hingga pengecer.

Sekda menilai lonjakan harga yang terjadi tidak wajar dan kuat dugaan disebabkan oleh praktik permainan harga di tingkat distribusi.

“Kami menemukan adanya selisih harga. Ada agen yang menjual ke pangkalan Rp 18 ribu, tetapi dalam nota tercantum Rp 24 ribu. Dari pangkalan ke pengecer ada yang Rp 22 ribu, namun sampai ke masyarakat dijual Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per tabung,” ujar Paulus.

Menurut Sekda, harga eceran di tingkat pengecer bervariasi, dengan rata-rata Rp mencapai Rp 33 ribu, namun di beberapa lokasi ditemukan harga jauh lebih tinggi. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan masyarakat, terlebih menjelang perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru.

Ke depan, lanjut Paulus, Pemkab Melawi akan berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mencari solusi bersama terkait ketidakstabilan harga LPG 3 kilogram tersebut.

Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan adanya penindakan sesuai mekanisme yang berlaku terhadap pihak-pihak yang terbukti memainkan harga.

“Kami akan menyurati Pertamina dan juga para agen. Lebih cenderung memang diperlukan penindakan, apalagi ini momentum hari besar keagamaan dan tahun baru, sementara LPG menjadi mahal dan terkesan langka,” tegas Paulus.

Sementara itu, salah satu pangkalan LPG 3 kilogram yang dikunjungi tim monitoring adalah Pangkalan LPG 3 kilogram Gaston yang berlokasi di Desa Tanjung Niaga, tepatnya di depan Koramil Nanga Pinoh.

Pemilik pangkalan LPG 3 kilogram Gaston, Adut, mengaku menjual LPG 3 kilogram sesuai ketentuan dengan harga Rp 21 ribu per tabung.

Ia juga menegaskan bahwa pangkalannya tidak menyalurkan LPG ke tingkat pengecer atau warung, melainkan langsung kepada masyarakat sesuai dengan zona pendistribusian yang telah ditetapkan.

“Kami tidak jual ke warung atau pengecer. Langsung ke masyarakat sesuai zona. Sampai sekarang distribusi dari Pertamina juga lancar, tidak ada masalah,” ujar Adut.

Pemkab Melawi berharap hasil monitoring ini dapat menjadi dasar penataan kembali sistem distribusi LPG 3 kilogram agar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.