Melawi, Melawinews.com – Tim teknis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Melawi hingga kini masih berupaya menemukan titik kebocoran pada jaringan pipa utama yang menyalurkan air dari Bendungan Poring menuju Tanjung Lay. Sejak kemarin, tim sudah melakukan pengecekan lapangan, namun hingga Senin (10/11) siang, sumber kebocoran belum berhasil ditemukan.
Pihak PDAM Melawi menjelaskan, panjang jaringan pipa dari Bendungan Poring ke Tanjung Lay mencapai kurang lebih 26 kilometer. Kondisi ini membuat proses pelacakan kebocoran cukup sulit karena medan yang luas dan sebagian jalur pipa berada di area tertutup atau sulit diakses.
“Tim teknik sejak kemarin terus melakukan pemeriksaan jalur pipa. Namun hingga hari ini, titik pasti kebocoran belum ditemukan,” ujar Direktur PDAM Melawi, Bambang Setiawan Senin (10/11).
Ia menjelaskan, gangguan pasokan air juga menyebabkan kondisi air menjadi keruh di sejumlah wilayah pelanggan. Hal ini terjadi karena ketika malam hari valve distribusi ditutup pada pukul 20.00, dan kembali dibuka saat subuh, pipa dalam kondisi kosong.
“Ketika air dialirkan kembali, tekanan air mendorong seluruh endapan yang tertinggal di dalam pipa hingga masuk ke jaringan pelanggan. Kondisi ini terjadi karena air dari bendungan belum masuk sempurna,” ungkapnya.
Dalam kondisi normal, pihak PDAM biasanya membuka valve distribusi hanya setengah agar tekanan air tetap stabil dan pipa tidak kosong. Namun karena suplai dari bendungan terganggu, aliran air ke pelanggan menjadi tidak lancar dan sementara waktu tampak keruh.
Sebelumnya, sejumlah warga pelanggan PDAM di Nanga Pinoh melaporkan bahwa air yang mengalir ke rumah mereka berwarna kecokelatan dan berbau tidak sedap, sehingga tidak layak untuk digunakan.
Pihak PDAM Melawi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Tim teknis berjanji akan terus bekerja hingga aliran air kembali normal dan bersih seperti sediakala.












