MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi saat ini tengah melakukan efisiensi terhadap alokasi dana hibah daerah.
Sejumlah sektor, termasuk beberapa organisasi masyarakat (Ormas), menjadi bagian dari kebijakan penyesuaian pengeluaran keuangan daerah yang sejatinya tersedia di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Melawi 2025 sebesar Rp 3,8 miliar untuk hibah Ormas, khususnya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Melawi.
Namun demikian, beberapa Ormas masih tercatat sebagai penerima bantuan hibah yang bersumber dari APBD Melawi 2025, melalui Badan Kesbangpol Melawi.
Kepala Badan Kesbangpol Melawi, H. M. Yamin mengungkapkan karena terdampak efisiensi keuangan daerah, maka alokasi dana hibah bagi Ormas yang melekat di Badan Kesbangpol hanya 5 lembaga yang dicairkan. Jumlah ini turun dibanding tahun sebelumnya.
Yamin menuturkan, adapun 5 Ormas yang menerima hibah di tahun ini adalah Pemuda Peduli Melawi Rp 130 juta, FKUB Rp 200 juta, BKPRMI Rp 300 juta, Yayasan Pintu Keabadian Rp 700 juta dan Laskar Pemuda Melayu Rp 150 juta.
Yamin menjelaskan, 5 Ormas yang menerima hibah tersebut dapat dicairkan lantaran sebelum terdampak efisiensi anggaran, masing-masing Ormas sudah mengajukan pencairan dan memenuhi syarat administrasi terpenuhi. Sedangkan Ormas lain belum mengajukan pencairan.
“Sejumlah Ormas yang sedianya juga menerima hibah melalui Badan Kesbangpol 2025, namun tak dapat dipenuhi karena belum diajukan pencairan sebelum dampak efisiensi anggaran yakni Persatuan Senganan Ella, TBBR, Rumah Famili Korban Narkoba, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Yayasan Mawar, IPHI, Korpri, WKRI, dan PMI,” ujar Yamin, Rabu (25/6/2025).
Berkaitan dengan itu, Yamin mengatakan sejumlah Ormas yang tak menerima hibah tahun ini memang terikat aturan sehingga tersentuh efisiensi keuangan daerah.
“Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan anggaran, yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran agar lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkas Yamin.












