Berhasil Tekan Inflasi, Melawi Peroleh Insentif Fiskal Rp 11 Miliar

oleh -160 views
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala BPKAD Melawi, Abang Mangkota, dalam acara Penyerahan Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan untuk Kategori Kinerja Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah, bertempat di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, baru-baru ini. Penghargaan diserahkan Mendagri Tito Karnavian

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dinilai berhasil menekan angka inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi menerima penghargaan berupa insentif fiskal sebesar Rp 11.022.448.000 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Melawi, Abang Mangkota, dalam acara Penyerahan Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan untuk Kategori Kinerja Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah, bertempat di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, baru-baru ini.

Abang Mangkota mengungkapkan, penghargaan tersebut diterima atas kerja keras dari lintas sektoral di lingkup Pemkab Melawi untuk menekan angka inflasi daerah.

“Atas keberhasilan ini, Kabupaten Melawi meraih penghargaan sebagai kabupaten peringkat IV terbaik se-Indonesia dalam pengendalian inflasi,” kata Abang Mangkota, ditemui disela mendampingi Pj Gubernur Kalbar Harisson bersama Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa, saat meninjau operasi pasar murah di Pasar Markasan Nanga Pinoh, Sabtu (14/10).

Ia menjelaskan, daerah berhasil menekan angka inflasi melalui cara yang dilakukan pihaknya adalah dengan terus memastikan Kabupaten Melawi memiliki ketersediaan bahan pokok, menjaga stabilitas harga tetap terjangkau diantaranya melalui operasi pasar murah, dan masyarakat miskin dapat terbantu melalui program perlindungan sosial.

Lebih lanjut dijelaskan, dana insentif fiskal ini nantinya akan digunakan untuk berbagai program yang terkait langsung dengan pengendalian inflasi daerah. Diantaranya melalui operasi pasar murah dan investasi serta bantuan kepada masyarakat miskin.

“Intinya dana kembali digunakan dalam rangka untuk mengatasi inflasi yang ada di daerah. Kita akan terus melakukan upaya yang terbaik dalam pengendalian inflasi, agar tidak merugikan masyarakat umum, terutama masyarakat kecil,” pungkasnya.