Ketatnya Pengawasan Peredaran Kayu Illegal, Usaha Pengolahan Kayu Gulung Tikar

oleh -426 views
Satu diantara usaha pengolahan kayu di Desa Melana, Kecamatan Sokan, terpaksa tak beraktivitas, lantaran bahan baku sulit didapatkan

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Sejumlah warga pemilik usaha pengolahan kayu di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di Desa Melana, Kecamatan Sokan, dilaporkan telah gulung tikar menyusul sulitnya memperoleh bahan baku. Akibatnya, puluhan tenaga kerja kehilangan pekerjaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sulitnya para pemilik usaha mendapatkan kayu dari berbagai jenis, menjadi faktor utama memperoleh bahan baku.

Selain itu, ketatnya pengawasan peredaran kayu illegal oleh aparat keamanan dan pihak kehutanan membuat pemilik usaha pengelohan kayu kian sulit beroperasi.

Seperti di Desa Melana, sejumlah usaha pengolahan kayu kini tak lagi beraktivitas, lantaran mereka sulit mendapatkan bahan baku.

Man, salah seorang pemilik usaha pengolahan kayu, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan baku menjadi salah satu penyebab usahanya harus tutup.

Menurut Man, dirinya selama ini hanya membuka jasa pengetaman kayu saja, memiliki karyawan sebanyak 3 orang.

“Usaha pengelohan kayu saya skala kecil, jadi hanya mampu merekrut 3 orang tenaga kerja saja mengingat minimnya warga yang menggunakan jasa pengetaman,” sebut Man, Kamis (28/7).

Hal senada juga disampaikan Kijik, salah seorang warga yang memiliki usaha pengolahan kayu di Desa Melana, hanya mampu mempekerjakan 3 orang tenaga kerja, karena job juga sepi.

Kijik mengungkapkan, pekerja yang ia rekrut adalah warga desa setempat yang tidak memiliki pekerjaan.

“Upahnya pun tidak seberapa, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup meskipun dalam jangka pendek,” imbuhnya.

Kijik pun mengeluhkan persoalan bahan baku kayu yang saat ini sangat sulit didapatkan, lantaran pengawasan yang ketat dari aparat keamanan dan pihak kehutanan.

Dia berharap, pemerintah setempat hingga aparat keamanan bisa membantu dan mempermudah para warga yang memiliki usaha pengolahan kayu olahan mendapatkan bahan baku, sehingga usaha mereka kembali normal beraktivitas, untuk menyambung hidup mereka sehari-hari.

Sebelumnya, Kapolsek Sokan, Ipda Suyono, menegaskan, terkait illegal logging akan menjadi perhatian pihaknya sesuai instruksi Kapolres.

“Sesuai instruksi Pak Kapolres, illegal logging akan menjadi perhatian serius. Kerjasama masyarakat juga sangat penting dalam hal ini,” tegasnya.