Ratusan Guru Antusias Ikuti Pelatihan Menulis oleh MKKS SMA/MA Melawi

oleh -156 views
Kepala MKKS SMA, Nia Daniati menyerahkan buku karya tulis para guru Melawi ke Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar

MELAWINEWS.COM, Melawi – Ratusan guru memenuhi Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Sabtu (5/2). Antusias para guru mengikuti pelatihan menulis best practice dan artikel untuk publikasi jurnal ilmiah terlihat cukup tinggi.

Pelatihan diinisiasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/MA kabupaten Melawi. Ada 113 guru dan kepala sekolah se kabupaten Melawi yang mengikuti kegiatan ini, baik dari sekolah negeri hingga swasta.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan memfasilitasi para peserta dalam mempublikasikan artikel di jurnal ilmiah,” kata Nia Daniati, Ketua MKKS SMA/MA kabupaten Melawi.

Ia memaparkan, dalam pelatihan ini, peserta akan belajar tentang teori dan teknik penulisan artikel dan bagaimana cara mengirim artikel ke jurnal juga pada pelatihan ini peserta akan belajar bagaimana cara menulis praktik baik/best practice.

“Seluruh peserta diwajibkan mengirim artikel dan nanti akan diseleksi oleh Tim Editor kemudian 20 artikel terpilih akan diberikan bimbingan intensif,” ujar wanita yang juga menjabat Kepala SMA Negeri 1 Belimbing.

Nia Daniati pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Melawi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat yang sekaligus membuka acara kegiatan ini.

“Masih ada banyak program-program MKkS yang sedang di susun dan semoga dapat diselenggarakan dengan baik,” katanya.

Ditempat yang sama, Kasi SMP mewakili Kepala Disdikbud Melawi, Setya Graha, mengapresiasi para guru karena dengan semangat luar biasa mengikuti kegiatan ini.

“Saat ini juga komunitas belajar sekarang bermunculan. Baik IGI, KGBN hingga MKKS, termasuk KKG SD, kegiatannya luar biasa. Setiap bulan ada saja kegiatan yang dilakukan, termasuk MKKS SMA yang melaksanakan kegiatan pada hari ini,” lanjutnya.

Setya mengatakan keberadaan komunitas ini Jadi modal untuk memperbaiki pendidikan kedepan. Apalagi regulasi kementerian kini juga banyak dijalankan, baik guru penggerak dan sekolah penggerak.

“Semangat learning community dan semangat belajar guru semakin baik. Kita berharap semboyan Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo. Didepan memberikan teladan. Kalau guru mau berusaha untuk belajar tentunya tak susah mengajar siswanya karena sudah memberikan teladan untuk belajar,” pesannya.

Sementara itu, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Kusnadi yang membuka Pelatihan Menulis Best Practice dan Artikel untuk Publikasi Jurnal Ilmiah berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas guru kedepan.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Kalau kita ingin memajukan dunia pendidikan harus dalam kebersamaan, sinergitas dan kekompakan,” katanya.

Kusnadi mengatakan untuk membangun pendidikan, ada tiga pilar yang tidak bisa diabaikan. Pilar ini saling menguatkan dan menopang. Pilar pertama pemerintah, kedua masyarakat dan ketiga adalah satuan pendidikan.

‘Pemerintah bukan hanya semata-mata kementerian pendidikan, dinas pendidikan atau kementerian agama. Pemerintah yakni dari pusat dan Kementerian serta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Semuanya harus saling bersinergi,” ucapnya.