Pemkab Melawi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

oleh -97 views
Bupati Melawi Dadi Sunarya UY memimpin konferensi pers di komplek SDN 06 Nanga Pinoh, terkait bencana banjir

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dalam konferensi pers yang digelar Bupati Melawi Dadi Sunarya dan didampingi kepala OPD, Wakil Ketua DPRD Hendegi serta Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto menerangkan pihaknya telah menyalurkan bantuan dari Mensos sebanyak 500 paket ditambah 470 paket dari Pemda Melawi. Selain itu dapur umum juga telah didirikan dan mampu menyuplai 4.200 kotak makanan siap saji.

“Kita punya dapur umum di posko SDN 06, juga di Pendopo yang dikelola ibu-ibu PKK dan GOW, 200 bungkus per hari,” jelasnya saat berada di Posko Batingsor SDN 06 Nanga Pinoh, Jumat (5/11).

Dadi juga menjelaskan, dirinya telah menandatangani status darurat banjir sejak 1 November lalu. Status ini menjadi syarat untuk mengeluarkan beras cadangan pangan sebanyak 100 ton. Selain itu, lanjutnya ada bantuan beras dari Pemprov Kalbar sebanyak 50 ton.

Selain itu, menindaklanjuti instruksi Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk menentukan lokasi Buffer Stok, Dadi menjelaskan tim dari Dinas Sosial telah turun ke kecamatan-kecamatan untuk melakukan pemetaan dimana saja lokasi Buffer stok sebagai antisipasi banjir kedepan.

“Tim dari Dinsos turun mapping dan membuat sesuai apa yang diharapkan mensos. Tim sudah ke Ella dan Menukung, esok ke Belimbing dan Belimbing Hulu,” lanjutnya.

Saat ini, lanjut Dadi, kondisi banjir sudah mulai surut. Truk dan bus mulai masuk ke dalam kota Nanga Pinoh sejak Jumat, walau air di sejumlah titik masih cukup dalam. Ia berharap air dapat terus turun sehingga pasokan sembako stabil.

“Karena infonya bila dua tiga hari ini tak bisa masuk minyak ke Melawi, listrik kita akan terkendala. Pasokan sembako juga menipis,” jelasnya.

Jumlah warga yang bertahan di pengungsian juga sudah berkurang seiring turunnya debit banjir. Hingga Jumat, tinggal 656 jiwa yang tercatat masih bertahan di pengungsian, baik di SDN 06 maupun di luar titik posko pengungsian yang disiapkan pemerintah. Dadi mengatakan suplai makanan siap saji tersedia melalui dapur umum.

“Kita juga bagikan nasi bungkus bagi masyarakat yang di pesisir sungai. Baik di hulu maupun di hilir. Intinya kita terus berupaya. Bahkan Mensos memberikan layanan kesehatan untuk 1.200 warga gratis,” tambahnya.

Dadi mengungkapkan Melawi telah dilanda tujuh kali bencana banjir sepanjang 2021. Pada Jumat ini dikabarkan debit air di Kecamatan Sokan dan Tanah Pinoh kembali naik. Ia juga mengajak seluruh pihak bergandengan tangan dan saling membantu.

“Pemda juga punya keterbatasan. Mudah-mudahan bantuan beras cadangan pangan bisa mengcover masyarakat di 11 kecamatan,” harapnya.