SKD CPNS Pemkab Melawi, 66 Formasi Kosong

oleh -500 views
Sebelum tes SKD CPNS dilaksanakan, Bupati Melawi Dadi Sunarya UY beserta rombongan meninjau ruangan tempat pelaksanaan seleksi di Aula Disdikbud Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Bupati Kabupaten Melawi H. Dadi Sunarya UY meninjau pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2021 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Rabu (15/9/2021).

Saat peninjauan, Bupati Dadi didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Melawi Imansyah dan Kepala Disdikbud Melawi H. Joko Wahyono.

Seleksi ini berlangsung selama 10 hari kedepan mulai tanggal 15 hingga 24 September 2021. Jadwal pelaksanaan seleksi pun dibagi 4 sesi setiap hari dengan jumlah peserta per sesi 60 orang.

Seleksi CPNS ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, para peserta diwajibkan memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki ruangan seleksi dan menunjukkan surat keterangan hasil swab negatif, sebagai upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 saat seleksi dilaksanakan.

Bupati Dadi menjelaskan, Pemkab Melawi tahun 2021 menyediakan formasi CPNS yang dibuka sebanyak 229 orang, sedangkan jumlah pelamar mencapai 2.168 orang. Formasi kosong ada 16 atau tidak ada yang melamar.

Lebih lanjut diterangkan, sedangkan untuk seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru bidang tenaga kesehatan yang tersedia 96 formasi, namun yang melamar hanya 55 orang. Jadi formasi kosong ada 50.

“Dari 2.168 pelamar ini yang mengikuti seleksi di Melawi sebanyak 2.005 orang, 163 orang di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pontianak,” ujar Dadi.

Dadi kembali menerangkan, formasi yang kosong ini merupakan formasi yang ditetapkan di pedalaman, termasuk formasi dokter di Kecamatan Menukung, Tanah Pinoh Barat dan Sokan tidak ada yang melamar dan petugas non kesehatan lainnya di pedalaman.

“Bagi mereka yang belum mengikuti seleksi hari ini masih bisa mengikuti seleksi susulan dengan menunjukkan keterangan alasan yang jelas dan juga bagi peserta yang dinyatakan positif Covid-19 setelah selesai isolasi, namun masih menunggu jadwal resmi pelaksanaannya dari BKN pusat,” ujar Dadi.

Dia mengigatkan kepada seluruh peserta agar percaya diri atas kemampuan pribadi mengikuti tes, karena seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Peserta jangan percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau motif apapun yang bisa dibantu untuk meloloskan CPNS,” pesannya.

Dia menegaskan sistem penerimaan CPNS saat ini sudah terintegrasi mulai dari daerah hingga pusat. Jadi tidak ada peluang untuk dibantu siapa pun, karena hasil ujian langsung diketahui secara online.

Bupati menambahkan, pelaksanan seleksi CPNS ini dimonitoring dari BKN, instansi dan pihak-pihak terkait lainnya.