Dadi Sunarya: Jangan Kendor Hadapi Ancaman Karhutla

oleh -1 views
Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya, beserta pejabat lainnya melakukan pengecekan peralatan penanggulangan peserta apel

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya UY, bertindak sebagai pembina apel Gelar Pasukan Kesiap Siagaan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bertempat di halaman rumah jabatan Bupati Melawi, Kamis (4/3).

Turut hadir pada rangkaian apel tersebut diantaranya Wakil Bupati Melawi Kluisen, Sekda Melawi Paulus, Wakapolres Melawi Kompol Agus Mulyana, Wakil Ketua DPRD Melawi Taufik dan Kepala BPBD Melawi Syafarudin.

Peserta apel gabungan yang juga membawa peralatan dalam rangka pengendalian untuk penanggulangan dan pencegahan menghadapi karhutla itu di ikuti Polri, TNI, BPBD, Dishub, Satpol PP, BSPBK, dan Manggala Agni.

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya UY, mengatakan, agar apel siaga ini menjadi bagian dari tekad dan spirit semua kalangan masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan dan kegotong royongan serta kesiapan dalam mencegah terjadinya karhutla di Kabupaten Melawi.

“Meskipun saat ini kita tengah menghadapi bencana non alam yaitu Pandemi Covid-19, namun kewaspadaan kita terhadap ancaman bencana karhutla tidak boleh kendor,” tegas bupati.

Ditempat yang sama, Wakapolres Melawi Kompol Agus Mulyana menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan TNI, POLRI dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi bencana karhutla di Kabupaten Melawi.

Wakapolres mengatakan, saat ini daerah Melawi sudah memasuki musim kemarau, sehingga sejak dini harus mengantispasi terjadinya bencana karhutla. Harapannya adalah, semua komponen siap dalam menghadapai karhutla ini.

Walaupun di Melawi terkait bencana karhutla masih kondusif, lanjutnya, namun, semua kekuatan seluruh komponen diantaranya melalui instansi tekait harus bahu membahu melaksanakan pencegahan karhutla.

“Langkah-langkah yang dilakukan diantaranya seperti apel kesiap siagaan personel dan memeriksa peralatan penanggulangan karhutla, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan membentuk kelompok-kelompok masyarakat peduli api,” terangnya.

Usai gelar apel, dilanjutkan dengan pengecekan peralatan penanggulangan bencana karhutla peserta apel.