Pj Kades Desa Baru Mohon Usulan Perbaikan Jembatan Diterima

oleh -20 views
Pj Desa Baru Dini Marini saat menyampaikan usulan dalam musrenbang kecamatan Nanga Pinoh

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH-Aksi Pj Kepala Desa Baru Dini Marini dalam musrenbang kecamatan Nanga Pinoh pada Rabu (3/2) kemarin menjadi perhatian hadirin yang ada. Pasalnya dia memohon dengan sangat agar usulannya bisa langsung diterima.

“Saya datang kemari tidak membawa apa-apa, saya hanya akan menyampaikan usulan satu saja pada tahun ini untuk desa Baru, mohon ya bapak ibu agar usulan saya ini bisa diterima,” kata PJ Kades Desa Baru Dini Marini.

Saat sedang menyampaikan usulan tersebut, ketua DPRD Melawi Widya Hastuti langsung menimpali bahwa usulan musrenbang ini akan masuk di tahun 2022, namun lagi-lagi Dini Marini ngotot dan memhono agar usulannya dapat diterima dan dilaksanakan di tahun 2021.

“Mohonlah bu, kalau bisa di tahun 2021 ini bisa dilaksanakan, kan permintaan kami hanya satu saja, kalau bisa ya mohon dilaksanakan, untuk pembangunan Sungai Jomu,” kata Dini yang langsung disambut tawa hadirin pada saat itu.

Sementara itu Pj Kades Desa Tanjung Niaga Rudi Candra menyampaikan, usulan pembangunan yang menjadi prioritas di wilayahnya, antara lain pengaspalan jalan Darma Bakti dengan lebar 5 meter, kemudian jembatan sungai gawi yang sudah sejak 2018 diusulkan namun belum direalisasi, kemudian pembangunan drainase di kawasan sekolah eklesia.

“Kemudian yang keempat adalah usulan pembangunan masjid Ibnu Taimiyah, pembangunan masjid ini sudah dilaksanakan 50 persen, kami berharap bisa diusulkan ke kesra untuk dimasukan dalam bantuan social,” kata Pj Rudi.

Musrenbang kecamatan tersebut dibuka oleh Bupati Melawi, Panji, dihadiri pula oleh ketua DPRD Melawi Widya Hastuti, Anggota DPRD Melawi, Widya Rima, camat Nanga Pinoh, Sonten, Sekcam Nanga Pinoh Halma Trisno, kemudian, danramil dan kapolsek, serta para kepala desa.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, agar dalam usulan yang disampaikan tersebut direncanakan dengan baik sehingga antara desa dan kecamatan terkoneksi. Kemudian dari kecamatan ke Kabupaten.

“Misalnya mengenai pembangunan drainase induk di jalan ini, misalnya kita punya usul pembangunan drainase induk, nanti kita yang sampaikan Provinsi yang akan mengeksekusi karena memang ini statusnya jalan Provinsi,” kata Panji.

Panji yakin segala sesuatu dapat dicapai dengan baik, jika sesuatunya direncanakan dengan baik dan benar. Maka dari itu dirinya berharap agar usulan yang disampaikan juga sudah benar-benar direncanakan.

“Jadi musrenbang kecamatan Nanga Pinoh ini satu-satunya kecamatan yang saya kunjungi, jadi ini menjadi atensi khusus, kenapa? Karena Nanga Pinoh ini menjadi ibukota Kabupaten, jadi memang harus menjadi perhatian, sebab Nanga Pinoh Ikonnya kabupaten Melawi,” katanya. (**)