Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda Komitmen Tangkal Radikalisme dan Intoleran

oleh -1 views
foto bersama peserta dan pembicara Seminar Publik Deradikalisasi

MELAWINEWS.COM, Melawi – Seminar Publik Deradikalisasi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Melawi di Gedung Aswaja Sekretariat NU, Kamis (28/1). Seminar tersebut bertujuan untuk mencegah paham radikalisme dan intoleran.

“Dengan seminar dapat memperkokoh peran pemuda dan menangkal paham radikal dan intoleran. Pemuda diharapkan bisa memahami radikalisme serta upaya penanggulangannya,” terang Neti Nurhayati, Ketua Panitia Seminar.

Neti menyampaikan seminar ini menghadirkan peserta dari organisasi pemuda dan mahasiswa di Melawi. Harapannya pemahaman terhadap arti penting kebersamaan bisa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tugas kita mewarisi toleransi karena semua agama melarang perpecahan bukan perbedaan,” ujarnya

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Melawi, Imansyah mewakili Bupati Melawi saat membuka seminar tersebut mengatakan pemahaman tentang radikalisme sangat penting bagi kita bersama sebab paham radikalisme merupakan akar dari munculnya tindakan terorisme, memecah belah rasa persatuan dan kesatuan bangsa. dimana radikalisme tidak muncul dengan sendirinya, tetapi merupakan reaksi yang bersifat ekstrem terhadap lingkungannya.

“Saya mengharapkan seminar publik deradikalisasi dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi kita juga generasi muda mengenal dasar negara dan diharapkan nilai-nilai pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi Melawi yang maju, unggul, hebat dan bermartabat,” ujarnya.

Seminar Publik ini sendiri menghadirkan tiga pembicara. Salah satunya Dandim 1205 Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan yang turut mengapresiasi seminar publik deradikalisasi serta penyataan komitmen bersama untuk menangkal radikalisme serta intoleran oleh organisasi pemuda di Melawi. Hal ini turut membantu karena selaras dengan tugas pokok TNI dalam membina generasi muda.

“Radikalisme bisa menyebabkan disintegrasi bangsa. Memunculkan ego sektoral. Pemuda adalah generasi produktif yang memiliki semangat tinggi, kalau terpengaruh pikiran radikalisme itu sangat disayangkan,” ujarnya.

Usai seminar, perwakilan organisasi mahasiswa dan kepemudaan menyampaikan komitmen bersama mencegah paham radikalisme dan intoleran.