Pjs Bupati Melawi: PAD Menurun Akibat Pandemi Covid-19

oleh -1 views
Rapat evaluasi pendapatan daerah periode kuartal ke-IV tahun anggaran 2020, di Aula Kantor Bupati Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Melawi selaku koordinator pengelola pendapatan daerah Kabupaten Melawi menggelar rapat evaluasi pendapatan daerah periode kuartal ke-IV tahun anggaran 2020, di Aula Kantor Bupati Melawi, Senin (30/11).

Hadir pada kegiatan tersebut Pjs. Bupati Melawi, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Para Kepala OPD yang turut menangani pengelolaan pendapatan daerah, Pimpinan PT. BPD Kalimantan Barat Cabang Nanga Pinoh, Kepala BPN Kabupaten Melawi.

Kepala Bapenda Melawi, Margitus Bemban dalam laporannya memaparkan berbagai upaya dan langkah inovatif yang telah dilakukan Bapenda Kabupaten Melawi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

“Berbagai langkah inovasi telah kami lakukan untuk mendorong pendapatan daerah, dengan cara menempatkan alat perekam data transaksi elektronik (Tapping Box) dan alat manual pengumpul pajak (saving box) di sejumlah wajib pajak yang bergerak di usaha hotel, karaoke, dan restoran,” ungkapnya.

Bemban juga menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan Bapenda guna meningkatkan pendapatan asli daerah, antara lain rencana melakukan kerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tentang optimalisasi pendapatan asli daerah.

Yakni pembangunan sistem pendapatan yang terintegrasi secara online (host to host, Bapenda, BPN, Notaris/PPAT, Bank Kalbar, dan Wajib Pajak).

Selain itu, Bapenda juga melakukan kerjasama dengan PT. BPD Kalimantan Barat melalui pelayanan online dan penyediaan alat perekam transaksi.

Sementara itu, Pjs. Bupati Melawi Linda Purnama, dalam sambutannya mengemukakan bahwa pandemi covid-19 telah berimbas pada menurunnya penerimaan pendapatan asli daerah yang secara otomatis juga mempengaruhi kondisi APBD Kabupaten Melawi khususnya pada sektor pendapatan.

Linda juga mengungkapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah hingga kini masih tetap berfokus pada penanganan dampak pandemi covid-19 dengan melakukan realokasi anggaran guna penanganan covid-19 sesuai amanat dalam PMK Nomor 19 Tahun 2020.

Ia mendorong OPD di lingkungan Pemkab Melawi khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan pendapatan daerah untuk bisa melakukan langkah-langkah inovasi, kreatif, strategis, serta tertata dengan baik untuk mendorong terwujudnya kemandirian fiskal.

“Pandemi Covid-19 ini sangat berimbas pada sektor perekonomian sehingga juga mempengaruhi pendapatan asli daerah, oleh karena itu langkah-langkah inovatif diperlukan guna mendorong pertumbuhan pendapatan asli daerah,” ungkapnya.

Pjs. Bupati Melawi pada kesempatan tersebut juga mengapresiasi langkah-langkah inovasi yang telah dijalankan oleh Bapenda Kabupaten Melawi yang berkolaborasi dengan PT. BPD Kalimantan Barat dalam pengoperasian tapping box.

Langkah inovasi ini secara nyata telah menaikkan angka penerimaan pendapatan daerah kita secara drastis pada sektor dunia usaha perhotelan, hiburan, dan restoran.

“Saya sangat mengapresiasi langkah ini dan berharap bisa diikuti wajib pajak lainnya di Kabupaten Melawi,” ungkapnya.