Bertambah 39 Positif, Terbanyak Sumbang Klaster Pemakaman

oleh

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, dr. Ahmad Jawahir mengatakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Melawi terus bertambah.

Kondisi itu disebabkan perubahan perilaku masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan belum maksimal. Buktinya kasus naik terus.

Ahmad Jawahir mengungkapkan, kini ledakan kasus positif sebagian besar disumbang dari kluster pemakaman dua pasien positif di Nanga Pinoh dan Tanah Pinoh.

“Total ada 39 tambahan kasus baru hanya satu hari ini saja. Ini dari sebagian kluster pasien yang meninggal di Pontianak yang ternyata kemudian diketahui positif Covid-19 beberapa waktu lalu,” ujarnya, Selasa (10/11).

Satu lagi juga masih bagian dari kluster pemakaman, yakni seorang warga positif asal Tanah Pinoh yang meninggal di RSUD Melawi. Jenazah yang awalnya sudah akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 justru dibongkar kembali oleh keluarga.

“Kemudian kita tracing dan swab. Hasilnya ternyata positif. Sekarang kasusnya sudah mulai agresif. Jadi total terkonfirmasi positif sebanyak 138 pasien dan sembuh 79 pasien,” ujarnya.

Dinkes, lanjut Ahmad mengakui jajarannya mulai kewalahan menghadapi begitu banyaknya pasien terkonfirmasi positif di Melawi. Apalagi, banyak diantaranya yang harus menjalani perawatan karena masuk kategori sedang hingga berat.

“Karena sekarang sudah rawan sekali. Karena sebelum adanya 39 kasus per hari ini saja kasus terus bertambah di Melawi. Dinkes juga saat ini tidak lagi mengumumkan kasus per kasus, tapi secara total saja,” ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan tracing atas meledaknya kasus positif Covid-19. Walau diakuinya Melawi memiliki keterbatasan dari sisi anggaran maupun SDM seperti halnya di beberapa daerah lain.

Kasus baru ini sendiri lanjut Ahmad berawal akibat penerapan pemakaman kasus pasien Covid-19 yang tidak menggunakan protokol kesehatan. Bahkan warga yang datang melayat banyak akhirnya ikut terpapar dinyatakan positif. Ahmad Jawahir menambahkan ada 62 orang jamaah gereja bahkan ikut di swab, setelah muncul adanya jamaah yang bergejala usai melayat pasien positif.

“Ini juga masih dilakukan swab untuk tracing penyebaran Covid-19,” katanya.

Data Dinkes Melawi menyebutkan ada dua orang warga Melawi yang meninggal dan kemudian pemeriksaan swabnya ternyata positif. Sementara sebelumnya Kepala Dinkes Melawi, Ahmad Jawahir mengungkapkan adanya empat orang yang pasien Covid-19 yang meninggal. Terkait hal tersebut, Ahmad menerangkan bahwa dua pasien yang meninggal memang belum sempat di swab. Hanya dari hasil pemeriksaan paru-paru dan lainnya menunjukkan gejala klinis.

Saat ini, lanjut Ahmad Jawahir, isolasi khusus dilakukan untuk pasien bergejala. Sedangkan bagi yang tanpa gejala diarahkan untuk isolasi mandiri. Dengan tambahan kasus hingga puluhan orang, Melawi terancam akan masuk dalam zona merah.