Hindari Perpecahan Penyuluh Harus Netral

oleh

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH-Para Penyuluh Non PNS Kementrian Agama Kabupaten Melawi mengikuti materi dari kepala Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Drs Susari MA. Kegiatan dilaksanakan secara virutual melalui zoom meeting pada Rabu (29/10) pagi.

“Kegiatan ini sedianya dilaksanakan di Kabupaten Melawi, namun karena kondisi dan situasi tidak mendukung maka dari itu kegiatan dilaksanakan secara online. Mudah-mudah-mudahan tahun 2021 bisa dilaksanakan di sana, kalau kondisi sudah memungkinkan” kata Susari mengawali perbincangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Susari mengatakan untuk peningkatan Kompetensi Penyuluh ada dua hal yang harus dilakukan yang pertama memperkuat daya rekat social dan yang kedua percepatan gerakan revolusi mental.

Menurutnya, masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama dan golongan maka perlu dilakukan daya rekat, termasuk kepada penyuluh karena mereka berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Penguatan daya rekat daya rekat social untuk menghindari konflik horizontal. Sejarah bangsa di dunia, seperti uni soviet itu terjadi karena mereka tidak bisa mengelola perbedaan, sehingga dalam satu malam negara mereka pecah dalam beberapa bagian. Kemudian Yugoslavia, juga terjadi kasus seruap karena mereka tidak mampu mengelola perbedaan pada akhirnya pecah menjadi tujuh negara” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, perbedaan sekarang ini sangat nyata sekali, bahkan sangat massif terutama di media social.

“Maka kita harus menjaga netralitas, jangan sampai berpihak, kalau kita berpihak berarti kita sudah terjerumus ke dalam lubang konflik, jadi hal yang perlu kita lakukan adalah menjaga netralitas. Konflik sering terjadi itu karena adanya keberpihakan dan mencari jalan tengah” katanya.

Selanjutnya kata Susari, Percepatan Gerakan Revolusi Mental, ini merupakan program kerja pemerintah, bangsa besar di dunia, mereka berhasil menjadi negara besar karena memperkuat aspek integritas, salah satunya adalah disiplin.

“Seperti Jepang dimana hanya dalam waktu 25 tahun mereka mampu sejajar dengan negara Amerika dalam hal ekonomi dan yang lainnya. Sekarang Jepang masuk ke dalam negara terbesar nomer 5. Maka dari itu integritas itu sangat penting mulai dari sekarang juga, terutama dalam diri kita sendiri. Yang kemudian etos kerja. Kita sekarang masuk era globalisasi, sehingga tenaga kerja asing bisa dengan mudah masuk ke Indonesia, termasuk tenaga kerja Indonesia mudah masuk ke negara asing. Ya sekarang ini yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kinerja kita,” katanya.