Kunjungi RBM, Kepala BNNP Kalbar Ingatkan Narkoba Masih Jadi Ancaman

oleh
Foto bersama kepala BNN Provinsi Kalbar dengan pengelola dan konselor RBM Kota Juang

MELAWINEWS.COM, Melawi – Walau dalam masa pandemi Covid-19, penyebaran narkoba masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Kewaspadaan pun mesti terus perhatian termasuk di kabupaten Melawi.

Hal ini menjadi penekanan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi Suyatmo saat meninjau Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Juang, Nanga Pinoh, Rabu (14/10).

Suyatmo mengatakan, pengungkapan kasus narkoba masih terus berjalan, baik bersama kepolisian, TNI maupun BNN, walau saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung. Mengingat sindikat peredaran narkoba akan selalu melihat situasi yang menguntungkan mereka.

“Masyarakat lengah, petugasnya lengah ini dimanfaatkan mereka. Walau dalam Covid-19 ini masuknya barang haram dari Malaysia tetap ada. Karena itu saya mengajak masyarakat tetap waspada masalah narkotika,” pesannya.

Suyatmo juga menegaskan bagi pengguna penyalahgunaan narkoba, BNN tetap akan mengarahkan yang bersangkutan untuk direhabilitasi selama tidak terkontaminasi dengan jaringan atau sindikat pengedar narkoba.

“Kalau dia datang ke IPWL atau kepolisian atau BNN, nanti kita lakukan assessmen. Apakah harus rawat inap, atau media atau sosial,” katanya.

Namun, bila yang bersangkutan tertangkap, Suyatmo menjelaskan, bagi pengguna tetap bisa dilakukan assesmen, seperti rehabilitasi sebagai hukuman. Karenanya ia meminta bila orang tua atau keluarga mengetahui anaknya menjadi pemakai atau pengguna narkoba silahkan lapor ke BNN atau IPWL.

“Selama tidak masuk jaringan atau pengedar, kita lakukan penyembuhan melalui rehabilitasi,” katanya.

Pimpinan RBM Kota Juang, Marumi mengungkapkan saat ini ada 15 pencandu yang kini menjalani rehabilitasi di tempatnya. Sementara ada 30 pasien yang menjalani rawat jalan hingga 2020.

“Ada yang dari Sintang, Melawi, bahkan dari kabupaten lain di Kalbar,” katanya.

Pada pencandu ini, kata Marumi, sebagian ada yang memang penyerahan dari BNN atau kepolisian. Ada juga yang diserahkan langsung oleh keluarga. Ia melanjutkan RBM Kota Juang sudah melakukan MoU dengan BNN, Lapas dan Bapas. Bahkan dari BNN juga intens datang dan memberikan pelatihan bagi petugas di RBM.

“Karenanya kami merasa bangga didatangi sekelas jenderal ke tempat kami. Sehingga kami lebih semangat lagi menjalankan tugas ini,” katanya.