Astri Panji Salurkan Bantuan Bagi Korban Rumah Hanyut

oleh -0 views

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Istri Bupati Melawi, Hj. Nurbetty Eka Mulya Astri Panji, mengunjungi warga yang terkena bencana banjir dan longsor yang menghantam sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi.

Kali ini, Astri Panji, akrab disapa itu, mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada satu warga yang rumahnya hanyut diterjang banjir, yakni keluarga Amen T (57), di wilayah Desa Baru, Kecamatan Nanga Pinoh, Kamis (16/7/2020).

Astri Panji, yang merupakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Melawi itu menuturkan, penyerahan bantuan ini atas kerjasama antara TP PKK dan PMI Melawi, TP PKK Provinsi Kalbar serta Rumah Zakat.

Adapun bantuan yang disalurkan antara lain paket sembako, daging kurban kemasan kaleng dan uang tunai.

“Semoga keluarga pak Amen tabah dan sabar menerima cobaan ini dan bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban keluarga pak Amen,” ujarnya.

Cerita Amen Kehilangan Rumah yang Hanyut Diterjang Banjir

Saat peristiwa nahas yang merobohkan rumah kesayangannya tersebut, Amen menceritakan, bahwa hal itu tak diduga olehnya dan keluarga.

Amen kini numpang membangun rumah seadanya di lokasi tanah Ketua RT

“Kejadiannya Kamis (9/10/2020) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu air banjir sedang naik deras, lalu sekitar rumah terjadi longsor dan sebagian material rumah terbawa arus banjir. Alhamdulillah, kami sekeluarga selamat dari peristiwa itu,” ungkap Amen, Kamis (16/7/2020).

Amen, yang bekerja sehari-hari sebagai pedagang sayur mayur di pasar Kota Nanga Pinoh ini mengatakan, bahwa keluarga mereka sudah menempati rumah terbuat dari material kayu yang terbangun di pinggiran sungai tersebut selama 10 tahun tak pernah terpikirkan terjadi longsor menghantam rumahnya.

Amen, ayah dari 9 anak dan 2 cucu serta 1 istri itu mengisahkan, dari peristiwa itu, yang sempat terselamatkan hanya satu unit TV, pakaian dan sebagian alat-alat masak serta sisa puing bangunan rumah.

Ia juga mengatakan, bahwa lokasi bangunan rumah yang hanyut tersebut merupakan tanah milik keluarganya. “Saya hanya menumpang membangun rumah di tanah keluarga,” kisah Amen.

Keluarga Amen pun kini tidak memiliki rumah sebagai tempat tinggal mereka. Saat ini mereka menumpang sementara di rumah Ketua RT setempat dan mendirikan pondok seadanya juga di tanah Ketua RT itu di Dusun Istana memanfaatkan sisa puing-puing bangunan rumah yang tidak terbawa arus banjir.

Dikesempatan itu Amen menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyerahkan bantuan diantaranya berupa sembako, uang tunai, pakaian dan bentuk lainnya kepada keluarganya.