Kenang Mandor Berdarah, Panji Serukan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

oleh
Ilustrasi. Pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Bupati Melawi, Panji, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokoler Sekretariat Daerah (Setda) Melawi, Ratna Irawati, menyerukan agar masyarakat di Kabupaten Melawi 
mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang.

Pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang itu dilakukan pada hari Minggu (28/6/2020) untuk mengenang jasa-jasa mendiang para tokoh dan rakyat Kalimantan Barat di peristiwa Mandor Berdarah pada 28 Juni 1944 silam.

Sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor 460/655/DS/VI/2020 tertanggal 17 Juni 2020 tentang Hari Berkabung Daerah kepada Bupati/Walikota se-Kalimantan Barat, pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang mulai pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WIB.

Ratna Irawati mengatakan, untuk mengenang Peristiwa Mandor Berdarah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengeluarkan Peraturan Daerah No.5 Tahun 2007, yang memuat serta menetapkan setiap tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah.

“Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap pengorbanan serta melestarikan nilai-nilai perjuangan para tokoh dan rakyat Kalimantan Barat pada masa pendudukan fasisme Jepang tersebut,” ujar Ratna Irawati, Sabtu (26/6/2020).

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjutnya, diharapkan kepada seluruh masyarakat, perkantoran atau instansi Pemerintah maupun swasta, Lembaga Pendidikan Negeri dan Swasta dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi di Kabupaten Melawi untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada hari Minggu (28/6/2020) mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 18.00 WIB.

Ia mengisahkan, bahwa tanggal 28 Juni 1944 silam, terjadi peristiwa Mandor yang menewaskan banyak korban berasal dari berbagai elemen masyarakat Kalimantan Barat akibat keganasan penjajahan Jepang waktu itu.

“Untuk mengenang para korban di Peristiwa Mandor tersebut, mari kita bersama-sama mengibarkan bendera setengah tiang satu hari sebagai bentuk penghormatan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan mereka,” pungkasnya.