Demi Transparansi Tanjung Lay Akan Pasang Beliho Penerima BLT

oleh
Musyawarah Desa Khusus Penetapan Calon Penerima Bantuan Langsung Tunai pada Rabu (3/6)

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH-Desa Tanjung Lay menggelar Musyawarah Khusus Penetapan Calon Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun 2020, di kantor desa pada Rabu (3/6), dalam musdes tersebut ditetapkan jumlah penerima sebanyak 42 Kepala Keluarga.

Dalam musdes tersebut hadir Sekcam Nanga Pinoh Halma Trisno, Pendamping Desa Hutapiadi, Babinsa, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Ketua Dusun, Ketua BPD, RT dan sejumlah pihak lain yang berkepentingan.
Pj Kades Tanjung Eka Nur Oktavian Sari mengungkapkan, sebelum pelaksanaan Musdes kali ini, pihaknya Bersama tim gugus tugas covid 19 telah melakukan berbagai tahapan untuk mendata calon penerima BLT ini.

“Yang pertama data kami dapat dari ketua RT, kemudian kami bersama Tim melakukan validasi ke lapangan untuk melakukan kroscek di lapangan, apakah data yang kami terima ini sesuai tidak dengan di lapangan, jadi kami lakukan wawancara juga,” kata Eka dalam rapat tersebut.

Setelah itu data disampaikan dalam rapat khusus yang melibatkan berbagai pihak pada hari ini, sehingga data tersebut bisa sesuai dengan ketentuan dan tidak menyalahi aturan yang berlaku. Apalagi dalam penetapan kali ini sepenuhnya diputuskan melalui musyawarah.

“Jadi tidak ada istilah calon penerima ini orang yang dekat dengan ketua RT atau dengan pihak lain. Kenapa diverifikasi sebab Dana Desa ini terbatas. Tidak semua bisa kita akomodir. Data yang telah ditetapkan ini nanti akan kita sampaikan secara terbuka dengan cara membuat baliho di setiap dusun. Supaya masyarakat bisa melihat langsung calon penerima BLT ini. Jadi tidak Ada yang kita tutupi” kata Eka

Sementara itu Sekcam Nanga Pinoh Halma Trisno mengatakan, ditengah kondisi seperti saat ini memang semua masyarakat terkenda dampak, baik yang kaya apalagi yang miskin. Bahkan kata Halm jika memungkinkan pemerintah tentu saja sangat berharap diberi bantuan.

“Namun dengan kondisi keuangan yang terbatas dan adanya aturan yang berlaku, kita tidak bisa memberikan bantuan kepada semua pihak, maka saya berharap kebesaran hati masyarakat yang tidak mendapat bantuan agar tidak mempermasalahkannya,” katanya.

Dia mengungkapkan, dengan adanya bantuan BLT ini maka secara otomatis pembangunan fisik yang sebelumnya telah direncanakan secara otomatis akan terhambat, bahkan mungkin ada yang ditunda sementara waktu. Maka dari itu diharapkan juga pengertiannya dari masyarakat.

“Setelah ditetapkan data ini. tidak menutup kemungkinan akan ada suara sumbang dari kanan kiri. Namun demikian saya yakin dengan pendataan yang sangat baik dibuktikan dengan video dan foto maka ini bisa menjawab beberapa persoalan” katanya.

Pendamping Desa Hutapiadi mengatakan, dengan kondisi seperti saat ini memang tidak mudah untuk menentukan calon penerima Bantuan, karena semua masyarakat membutuhkan dan terkena dampak, namun dengan kehadiran dari semua pihak dalam musyawarah ini setidaknya bisa membantun menjawab persoalan yang ada.

“Setelah ditetapkan Bersama ini, saya harap nantinya bapak ibu bisa ikut menjawab jika ada pertanyaan yang datang dari masyarakat, karena ini datanya kita putuskan Bersama berdasarkan musyawarah, jangan sampai nanti Ketika ada pertanyaan bilang saya tidak tahu, tanya jak langsung ke desa,” katanya.