Tes SKD CPNS Melawi Selesai, 150 Peserta Dinyatakan Gugur

oleh
Pelaksanaan tes SKD CPNS Melawi 2019 berlangsung di Aula Disdikbud Melawi

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 Pemkab Melawi, Kalimantan Barat, selesai.

Dari 3.113 peserta SKD yang lolos seleksi administrasi, sebanyak 150 peserta memilih tidak hadir. Dengan demikian, mereka secara otomatis dinyatakan gugur. Sedangkan jumlah lulus passing grade 1.017 peserta, dengan nilai tertinggi 427 point dan nilai terendah 110 point.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Melawi, Paulus, usai memantau hari terakhir pelaksanaan tes SKD CPNS 2O19 Melawi di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, kepada media ini, Minggu (16/2).

Paulus menuturkan, dalam pelaksanaan SKD selama tujuh hari, pihaknya tidak menemukan kendala yang berarti. Semuanya berjalan lancar, hingga gangguan teknis juga tak ditemukan.

Meskipun sudah selesai, lanjut Paulus, pihaknya belum bisa menyampaikan hasil peserta yang dapat lolos ke tahap selanjutnya, yakni seleksi kompetensi bidang (SKB). Lantaran, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“BKN dalam siaran pers nomor 0392/RILIS/BKN/XII/2019, pengumuman hasil SKD dapat dilaksanakan sekitar tanggal 22-23 Maret 2020. BKN menjadwalkan untuk pelaksanaan tes CPNS 2019 SKB tiap instansi baik pusat maupun daerah mulai 25 Maret hingga 10 April 2020,” terang Paulus.

Ia menjelaskan, tahun 2019, nilai ambang batas (passing grade) turun. Tahun lalu TKP passing grade pada point 143 kini menjadi 126, TWK dari 75 point menjadi 65, sementara TIU tetap di point 85. Nilai kumulatif maksimal 500, terdiri 175 untuk TKP, 175 TIU dan 150 untuk TWK.

”Harusnya semakin banyak peserta yang lolos SKD tahun ini, sabab, melihat nilai ambang batasnya juga sekarang turun,” ujarnya.

Diketahui, dalam CPNS 2019, Pemkab Melawi membuka 134 formasi terdiri dari tenaga kesehatan 49 orang, tenaga pendidikan 45 orang dan tenaga teknis 40 orang.