Melawi  

Angkat Kearifan Lokal: Karnaval Perahu Hias Jadi Ikon Pembukaan MTQ X Melawi

Panitia lokal dan kabupaten MTQ X Melawi 2026 hingga kini terus mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) X Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara, akan dimeriahkan dengan karnaval perahu hias di Sungai Melawi.

Karnaval tersebut menjadi salah satu agenda unggulan yang membedakan penyelenggaraan MTQ tahun ini dari pelaksanaan sebelumnya.

Selain menambah kemeriahan, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian tradisi masyarakat sungai sekaligus memperkenalkan potensi wisata berbasis kearifan lokal.

Ketua Panitia Lokal Kecamatan Pinoh Utara, Junaidi, mengatakan karnaval perahu hias akan melibatkan peserta dari 11 kecamatan se-Kabupaten Melawi. Peserta nantinya akan mengikuti pawai di Sungai Melawi sekaligus memperebutkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

“Karnaval ini tidak hanya diikuti peserta MTQ dari 11 kecamatan, tetapi juga melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga swasta,” ujar Junaidi, Sabtu (7/11/2026).

Ia menerangkan, karnaval perahu hias dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB pada Senin (16/11/2026). Seluruh peserta akan berkumpul di SDF Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, sebelum mengikuti pawai menyusuri Sungai Melawi.

Sementara itu, pembukaan resmi MTQ X Tingkat Kabupaten Melawi dijadwalkan berlangsung pada malam harinya. Ajang keagamaan tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 November 2026, dengan Desa Tekelak sebagai pusat kegiatan.

Junaidi menambahkan, perahu-perahu yang digunakan dalam karnaval nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pawai. Selama pelaksanaan MTQ, perahu tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai transportasi penyeberangan untuk mendukung mobilitas peserta dan masyarakat.

Menurutnya, panitia lokal hingga kini terus mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Ia menilai, karnaval perahu hias memiliki nilai lebih karena sejalan dengan karakteristik masyarakat Melawi yang memiliki kedekatan erat dengan kehidupan sungai dan tradisi budaya perairan.

Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap tradisi masyarakat sungai tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi muda.

Di sisi lain, karnaval perahu hias juga diharapkan menjadi daya tarik wisata serta memperkuat identitas budaya lokal Kabupaten Melawi

Exit mobile version