MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Fenomena pedagang musiman yang menjual bungkus atau kulit ketupat mentah kembali menjadi pemandangan rutin di berbagai daerah menjelang Hari Raya Idul Adha maupun Idul Fitri.
Momentum tersebut menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat lokal yang memanfaatkannya untuk memperoleh penghasilan tambahan.
Terkait itu, H-1 menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, para perajin kulit ketupat menjamur di kawasan Pasar Tradisional Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Kehadiran pedagang musiman janur tersebut pun mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan hari raya.
Sembari menjajakan dagangan, para perajin tampak memperlihatkan keahlian mereka dalam menganyam daun kelapa muda menjadi kulit ketupat siap pakai. Selain menjual kulit ketupat yang sudah jadi, para pedagang juga menyediakan janur mentah untuk pembeli yang ingin membuat sendiri di rumah.
Ketupat sendiri menjadi salah satu sajian khas saat perayaan Idul Adha maupun Idul Fitri bagi umat Muslim. Biasanya, makanan berbahan dasar beras yang dibungkus janur tersebut disajikan bersama opor ayam, rendang, serta aneka hidangan khas lainnya sesuai selera keluarga.
Salah seorang pengrajin kulit ketupat asal Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh, Rahmah (38), mengaku penjualan kulit ketupat mengalami peningkatan menjelang Idul Adha tahun ini dibandingkan saat Idul Fitri beberapa bulan lalu.
“Alhamdulillah, penjualan kulit ketupat tahun ini laris manis dan meningkat,” ungkap Rahmah saat berbincang dengan media ini, Selasa (26/5/2026).
Rahmah menjelaskan, kulit ketupat dijual dengan harga Rp 10 ribu per ikat. Dalam satu ikat biasanya berisi delapan hingga sepuluh buah kulit ketupat siap isi, tergantung ukuran anyaman.
Menurutnya, sejumlah pengrajin kulit ketupat di kawasan tersebut juga telah memiliki pelanggan tetap yang setiap tahun datang membeli untuk kebutuhan hari raya.
“Biasanya pelanggan lama sudah pesan lebih dulu menjelang lebaran,” tambahnya.
