Melawi  

Kondisi Gedung Kian Memburuk, Kantor Bupati Melawi Direhabilitasi Tahun Ini

Gedung Kantor Bupati Melawi

MELAWINEWS.COM, NANGA PINOH – Gedung Kantor Bupati Melawi yang selama ini menjadi pusat aktivitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi kini berada dalam kondisi yang kian memprihatinkan.

Kerusakan terlihat di sejumlah bagian bangunan, mulai dari atap yang bocor, plafon yang lapuk dan jebol, lantai keramik yang mengelupas, hingga dinding yang mulai mengalami keretakan.

Untuk mengantisipasi agar kerusakan tidak semakin meluas, Pemkab Melawi merencanakan rehabilitasi atau renovasi gedung Kantor Bupati Melawi pada Tahun Anggaran 2026.

Program rehabilitasi tersebut akan dilaksanakan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Melawi.

Kepala Bidang Cipta Karya Perkimtan Melawi, Pergerinus Dewa, mengatakan bahwa rehabilitasi gedung Kantor Bupati Melawi sangat penting dilakukan guna mencegah kerusakan bangunan yang lebih parah.

Menurutnya, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 19,4 miliar untuk pelaksanaan rehabilitasi pada tahun ini.

“Anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah pekerjaan, di antaranya penggantian keseluruhan rangka dan atap bangunan, pekerjaan plumbing, pembungkus dinding, rangka badan bangunan, renovasi aula, serta beberapa item lainnya yang dinilai mendesak untuk diperbaiki,” ujar Dewa, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini hampir seluruh bagian atap gedung mengalami kebocoran. Kondisi tersebut semakin terasa saat musim hujan, di mana air merembes ke plafon dan bahkan menetes hingga ke lantai bawah.

Selain itu, banyak bagian plafon yang sudah mengalami kerusakan sehingga perlu segera direhabilitasi guna mencegah kerusakan yang lebih luas.

Meski demikian, Dewa menegaskan bahwa rehabilitasi yang dilaksanakan tahun ini belum mencakup seluruh bagian gedung yang mengalami kerusakan. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang tersedia.

“Masih ada beberapa item lain yang memerlukan pembenahan. Namun pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini kita fokus pada perbaikan yang paling mendesak agar kerusakan tidak semakin meluas,” jelasnya.

Ia menyebut, apabila kerusakan yang menjadi prioritas tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan merambat ke bagian lain yang pada akhirnya membutuhkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.

“Karena itu, anggaran sebesar Rp 19,4 miliar pada tahun ini difokuskan pada perbaikan bagian-bagian yang dianggap paling mendesak,” papar Dewa.

Selain dari sisi kenyamanan dan keamanan, Dewa juga menyoroti pentingnya perbaikan gedung Kantor Bupati sebagai bagian dari citra pemerintahan daerah.

Menurutnya, gedung Kantor Bupati merupakan wajah utama birokrasi sekaligus simbol wibawa pemerintah daerah di mata masyarakat.

Ia berharap proses pengerjaan rehabilitasi nantinya dapat berjalan sesuai ketentuan dan selesai tepat waktu.

Saat ini, tambah Dewa, proses rehabilitasi masih berada pada tahap persiapan menuju tender pengerjaan fisik.

“Kita akan mengawasi proses pengerjaannya agar seluruh progres pekerjaan dapat terpenuhi sesuai rencana,” pungkas Dewa.

Exit mobile version