MELAWINEWS.COM MELAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp 104,5 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD agar bekerja secara maksimal dan mampu menggali potensi pendapatan dari berbagai sektor.
Hal itu disampaikan Bupati Dadi saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Nanga Pinoh 2026 yang digelar di Aula Kantor Camat Nanga Pinoh, Senin (9/2).
“Saya berharap seluruh OPD penghasil PAD dapat bekerja lebih optimal dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan daerah, sehingga target PAD tahun 2026 sebesar Rp 104,5 miliar dapat tercapai,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa realisasi PAD Kabupaten Melawi pada tahun anggaran 2025 mencapai Rp 83,96 miliar atau 99,82 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 84,11 miliar.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kinerja yang cukup baik dan menjadi modal penting untuk meningkatkan target PAD pada tahun berikutnya, namun tetap membutuhkan kerja keras dan sinergi seluruh OPD.
“Capaian PAD tahun 2025 hampir mencapai target yang ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa potensi PAD kita masih sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pada tahun 2026,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa peningkatan PAD merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah, terutama di tengah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat yang diperkirakan mencapai Rp 261 miliar pada tahun anggaran 2026.
“Dengan berkurangnya dana transfer pusat, kita dituntut untuk lebih mandiri dalam pembiayaan pembangunan melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah. Oleh karena itu, peningkatan PAD menjadi kunci utama agar program pembangunan daerah tetap berjalan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para wajib pajak yang masih memiliki tunggakan, agar segera melunasi kewajiban pajaknya.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan bersama,” pungkas Bupati.












