MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Melawi, Forum Pembangunan Berkelanjutan Melawi (FPBM) menyelenggarakan diskusi publik Kick Off Program Melawi Tangguh, Adil, dan Berkelanjutan (METAL) serta Bepekat Peran NGO dalam Pembangunan Kabupaten Melawi.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi, Joko Wahyono, dan dilaksanakan di Convention Hall Kantor Bupati Melawi, Selasa (10/2).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). Selain itu, diskusi publik ini juga diikuti berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga pemerhati lingkungan, serta sejumlah lembaga adat.
Ketua FPBM, M. Firman, dalam laporannya menyampaikan bahwa Program METAL direncanakan akan dilaksanakan pada periode 2026–2028.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Melawi di berbagai sektor membutuhkan dukungan dan kolaborasi multipihak agar visi dan misi pemerintah daerah dapat tercapai secara optimal.
Firman menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial ekonomi Kabupaten Melawi, di mana angka kemiskinan masih relatif tinggi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori menengah.
Di samping itu, lanjutnya, tantangan di bidang lingkungan dan deforestasi masih cukup besar, sementara isu lingkungan belum menjadi fokus utama pembangunan daerah yang selama ini lebih menitikberatkan pada infrastruktur dan investasi.
“Kondisi tersebut turut diperparah oleh kerentanan terhadap bencana alam, keterbatasan ruang sipil dan tata kelola pemerintahan, rendahnya akses internet di wilayah pedalaman, serta lemahnya tata kelola sumber daya alam,” ujar Firman.
Lebih lanjut, Firman menyampaikan bahwa tujuan Program METAL adalah mewujudkan Kabupaten Melawi yang tangguh, adil, dan berkelanjutan sebagai visi jangka panjang ToPP Global.
Menurutnya, program ini juga berfokus pada perlindungan sumber daya alam, pemenuhan hak-hak masyarakat adat, pembangunan yang inklusif, penguatan kesetaraan gender, serta peningkatan ruang sipil dan partisipasi aktif masyarakat dalam tata kelola daerah.
Ia menambahkan bahwa sasaran dan penerima manfaat langsung Program METAL meliputi komunitas adat dan kelompok masyarakat lainnya melalui peningkatan kapasitas dan kesejahteraan secara umum.
Sedangkan bentuk intervensi program antara lain pendidikan lingkungan, penguatan jejaring advokasi digital, akses pelatihan, pengembangan program ekonomi berkelanjutan, serta penyelenggaraan diskusi publik.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi, Joko Wahyono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara lembaga swadaya masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah strategis dalam merancang pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Di tengah upaya efisiensi keuangan daerah, organisasi kemasyarakatan dapat berperan aktif mendukung program pembangunan Kabupaten Melawi melalui berbagai kegiatan positif,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain tersedianya gambaran kebutuhan dan celah pembangunan yang dapat didukung oleh NGO dan terintegrasi data dan informasi NGO ke dalam sistem perencanaan pembangunan daerah
Selain itu harapnya terbentuk mekanisme koordinasi formal antara pemerintah, NGO, dan masyarakat, serta terbukanya peluang pengembangan model pembiayaan kolaboratif guna mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
