Melawi  

Banjir Rendam Permukiman Warga di Desa Balai Agas, BPBD Melawi Siaga

Bencana banjir melanda permukiman warga di Dusun Balai Agas, Desa Balai Agas, Kecamatan Belimbing

MELAWINEWS.COM, MELAWI – Akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi terdampak banjir. Salah satunya melanda permukiman warga di Dusun Balai Agas, Desa Balai Agas, Kecamatan Belimbing.

Seorang warga Desa Balai Agas, Jarwo, mengatakan banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Belimbing akibat intensitas hujan yang cukup tinggi. Menurutnya, hingga saat ini kondisi banjir masih berpotensi mengalami kenaikan.

“Ketinggian air saat ini bervariasi, mulai dari setinggi lutut orang dewasa hingga mencapai lebih dari 1,5 meter di beberapa titik,” ungkap Jarwo, Kamis (8/1).

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Belimbing, agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kenaikan debit air sungai dikhawatirkan akan berdampak pada desa-desa yang berada di wilayah hilir.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BPBD Melawi, Daniel, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan bersama unsur terkait.

“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di daerah bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, untuk secara berkala memantau kondisi cuaca dan memperhatikan kenaikan debit air. Jika banjir terjadi segera mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih aman,” ujar Daniel, Kamis (8/1).

Ia menegaskan, BPBD Melawi siap melakukan langkah-langkah penanganan apabila kondisi banjir semakin berkembang.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau melihat potensi bahaya, kami harap segera melapor kepada pemerintah desa setempat atau melalui posko BPBD. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegasnya.

Hingga saat ini, BPBD Melawi mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian banjir dari pemerintah desa setempat.

Oleh karena itu, Daniel mengimbau seluruh pemerintah desa yang wilayahnya terdampak banjir agar aktif melaporkan kondisi di lapangan kepada BPBD dan instansi terkait guna memperoleh data yang akurat dan valid.

Exit mobile version