MELAWINEWS.COM, MELAWI – Dua kebakaran hebat yang terjadi dalam rentang waktu tiga hari di penghujung tahun 2025 menguak persoalan serius dalam tata kelola kebencanaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi.
Di tengah kepanikan warga, ketiadaan mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Daerah (Pemda) setempat kembali disorot. Pasalnya, saat kobaran api melahap bangunan ruko, tidak satu pun mobil pemadam kebakaran milik Pemda tampak di lokasi kejadian.
Peristiwa pertama terjadi pada Selasa (23/12/2025) sore, saat satu deret rumah toko (ruko) berlantai tiga di Jalan Patikrama dilalap api. Sedikitnya empat unit ruko hangus beserta isinya, termasuk sebuah gedung sarang burung walet.
Belum sempat publik mencerna kejadian tersebut, kebakaran kembali terulang. Pada Kamis (25/12/2025) malam sekitar pukul 20.15 WIB, api melahap lima unit ruko bertingkat tiga di Jalan Juang.
Namun di tengah kobaran api yang menghanguskan aset warga bernilai miliaran rupiah itu, kehadiran Pemda nyaris tak terlihat. Tidak satu pun mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Melawi berada di lokasi kejadian, baik pada peristiwa pertama maupun kedua.
Hingga saat ini, penanganan kebakaran di Kabupaten Melawi sepenuhnya bergantung pada Badan Sosial Pencegahan Bahaya Kebakaran (BS-PBK) Bhakti Mulia Nanga Pinoh, dibantu water cannon milik Polres Melawi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar, di mana peran daerah ketika warga menghadapi bencana kebakaran? Lantaran tidak tersedia sarana dasar penanggulangan kebakaran, seperti armada damkar.
Padahal, keberadaan mobil damkar merupakan kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap. Tanpa peralatan dan sistem penanganan kebakaran yang memadai, setiap insiden api berpotensi berubah menjadi bencana besar.
Dua kebakaran beruntun di akhir tahun ini menjadi alarm keras bagi Pemkab Melawi. Publik kini menanti pertanggungjawaban dan transparansi kebijakan, dan kesiapsiagaan daerah terhadap bencana kebakaran.
“Pada dua peristiwa tersebut, tidak satu pun armada damkar Pemkab Melawi tampak di lokasi,” kata Rudi, satu warga Nanga Pinoh, Jumat (26/12).
“Relawan sudah bekerja maksimal memadamkan api. Tapi mobil damkar Pemda tidak ada terlihat di lokasi kebakaran?” sambung Rudi.
Rudi berharap, dua kebakaran besar di akhir tahun ini menjadi peringatan keras bagi Pemda agar segera memprioritaskan pengadaan armada pemadam kebakaran, sebelum kejadian serupa kembali terulang dengan dampak yang lebih luas.
