MELAWINEWS.COM, MELAWI – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, serta pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi, di Pendopo Bupati pada Jumat (12/12/2025).
Pelantikan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Bupati secara simbolis kepada perwakilan pejabat yang dilantik. Pelantikan ini dilaksanakan sesuai prosedur dan telah mendapatkan persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dalam mutasi dan promosi tersebut, tujuh camat turut mengalami pergantian.
Bupati Dadi Sunarya Usfa Yursa dalam arahannya mengucapkan selamat kepada para pejabat yang mendapat amanah baru, sembari menegaskan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh integritas dan kinerja aparatur.
“Pejabat yang dilantik tidak perlu loyal kepada pimpinan, tetapi loyal lah kepada tugas. Pemerintahan itu dinamis, karena itu tetaplah kompak dan solid dalam menjalankan amanah,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa beberapa pejabat yang belum dilantik bukan berarti tidak dipertimbangkan, namun masih melalui tahap penilaian.
“Orang-orangnya sudah ada, tapi kenapa belum dilantik? Karena masih dalam proses evaluasi. Pemerintah harus memastikan setiap posisi ditempati orang yang tepat. Awal tahun depan akan ada lagi pelantikan,” tegasnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa posisi Staf Ahli sementara dikosongkan karena masih dalam tahap peninjauan struktur dan kebutuhan organisasi.
“Banyak formasi yang masih belum terisi dan akan dilanjutkan proses penempatannya tahun depan,” ujarnya.
Khusus kepada para camat yang baru dilantik, Bupati memberikan instruksi tegas.
“Segera turun ke masyarakat, atur waktu dengan baik. Datangi desa-desa, pantau perkembangan desa, dan perkuat silaturahmi dengan warga,” pesannya.
Bupati mengungkapkan dengan ajakan agar seluruh pejabat yang baru dilantik langsung bekerja dan tidak menunda tanggung jawab.
“Setelah dilantik jangan menunda kerja. Turun ke lapangan, hadapi tantangan, dan buktikan kinerja,” pesannya.
Dikesempatan itu, Bupati juga menyinggung dinamika di lapangan terkait banyaknya pesan masuk WhatsApp (WA) dari pihak-pihak yang belum dilantik. Ia menegaskan bahwa seluruh proses sudah dilakukan berdasarkan evaluasi mendalam.
Bupati secara terbuka mengungkapkan bahwa menjelang pelantikan banyak pihak yang menghubunginya melalui pesan WA, termasuk dengan nada tidak pantas.
“Saya katakan terus terang, banyak sekali WA masuk. Ada yang menyampaikan keluhan, bahkan ada yang sampai menyumpah-nyumpah dan serapah hanya karena belum dilantik. Saya tetap memahami dinamika itu, tetapi proses ini harus melalui evaluasi yang objektif,” ujar Bupati.
Terkait kesejahteraan aparatur, Bupati memastikan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan dibayar penuh pada tahun 2026, dengan syarat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat mencapai target.
Selain itu, apabila Melawi memperoleh dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Kalbar, pembayaran TPP selama enam bulan 2025 yang belum dibayar akan menjadi prioritas utama.
